Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Bryan Domani akan bermain di film horor perdananya, yang bertajuk Temurun. Film itu disutradarai Inarah Syarafina dari rumah produksi Sinemaku Pictures dan direncanakan tayang pada 2024.
Bryan mengaku tertarik untuk bergabung kembali di proyek Sinemaku Pictures karena rumah produksi tersebut memiliki visi yang sama dengannya. Terlebih, Bryan telah terlibat di beberapa proyek film dari Sinemaku Pictures dan memutuskan untuk ikut serta di film horor ini.
"Sinemaku Pictures adalah PH (rumah produksi) yang sangat berbeda. Akhirnya, aku ambil proyek ini yang sebelumnya aku nggak mau ambil film horor karena generasi muda semuanya terlibat (di dalam film Temurun)," kata Bryan, dikutip Kamis (15/2).
Baca juga : Johnny Depp Tegaskan Popularitas bukanlah Hal Penting
Dia menambahkan, "Apalagi, saat diberi tahu bahwa yang menjadi director adalah Inarah. Tanpa pikir panjang, aku langsung bilang yes. Sejauh ini, ada tiga proyek aku (bersama Sinemaku Pictures)."
Selain menjadi film horor perdana Bryan, film Temurun akan menjadi karya debut Inarah Syarafina sebagai sutradara. Inarah juga sempat menjadi asisten sutradara untuk proyek film lainnya, sehingga dirinya sudah memiliki cukup pengalaman untuk penggarapan film ini.
"Aku sempat mikir, 'Wah, seru banget kalau bikin film horor'. Beberapa bulan kemudian, aku cukup syok saat ditunjuk jadi sutradara, di belakang tim film ini ada banyak anak-anak muda yang juga disupervisi oleh senior-senior kami," ungkap Inarah.
Baca juga : Pemeran Apollo Creed di Film Rocky Tutup Usia
Inarah pun menunjuk Yasamin Jasem untuk tampil bersama Bryan Domani di film Temurun.
Secara garis besar, film horor ini mengisahkan tentang seseorang yang terpaksa mewarisi sesuatu yang tidak diinginkannya.
Inarah juga menjanjikan akan menghadirkan cerita horor yang berbeda dari film horor sebelumnya. Dengan pengambilan sudut pandang yang unik, film ini akan menyajikan rasa ketakutan dan kehilangan berbeda dari setiap orang.
Baca juga : Kiesha Alvaro Ungkap Tantangan Saat Syuting Siksa Neraka
"Judulnya kita ambil dari kata turun-temurun. Aku rasa semua orang relate karena kita semua mewarisi sesuatu, entah dari orangtua atau leluhur kita, di luar hal supranatural," kata Inarah.
Saat ini, film Temurun tengah memasuki proses pembacaan naskah dan bersiap untuk memulai proses syuting. Diharapkan setelah proses syuting dan produksi rampung, film Temurun dapat tayang pada tahun ini. (Ant/Z-1)
Baca juga : Aming Belajar Bahasa Jawa untuk Film Badarawuhi di Desa Penari
Bryan Domani mengungkapkan bahwa isu perbedaan agama yang menjadi premis utama film Patah Hati yang Kupilih adalah faktor kuat yang membuatnya jatuh hati pada skenario tersebut.
Bryan Domani menjelaskan bahwa kesulitan utama bukan hanya terletak pada teknis memukul instrumen, melainkan pada sinkronisasi antara musik dan dialog.
Film Tak Ingin Usai di Sini yang juga dibintangi oleh Bryan Domani dan Vanesha Prescilla
Dalam film Tak Ingin Usai di Sini, Bryan Domani memerankan karakter bernama K yang sedang mengidap penyakit serius.
“Aku bisa bilang dari kecil itu enggak ada obsesi menjadi seperti sekarang, seperti kakakku (aktris Sissy Priscillia)."
PARAGON Pictures resmi merilis teaser poster dan trailer untuk film terbaru mereka, Tak Ingin Usai di Sini. Film yang dibintangi oleh Vanesha Prescilla dan Bryan Domani
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved