Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Rio Dewanto sempat menjadi sosok manipulatif saat mendalami karakternya sebagai Arok atau Ismail di film aksi terbaru berjudul 13 Bom Di Jakarta.
Manipulatif merupakan tindakan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kekuasaan atau memengaruhi emosi dan mental orang lain.
"Jujur, di film ini, saya menjadi manusia yang sangat manipulatif," kata Rio, dikutip Jumat (22/12).
Baca juga: Putri Ayudya Rela Latihan Ala Militer untuk 13 Bom di Jakarta
Dia menambahkan, "Mungkin karena berbulan-bulan mempelajari karakter itu (sebagai Arok), hidup di dalam dunianya dia."
Ia pun mencontohkan sosok manipulatif yang muncul dari dirinya saat melakoni karakter Arok, salah satunya dengan menggunakan tindik hidung.
Meskipun tindik yang digunakannya itu palsu, saat itu, Rio belum membicarakannya dengan kru produksi film 13 Bom Di Jakarta, sehingga membuat mereka kaget dan sempat dimarahi karena aksi uniknya.
Baca juga: Siap-Siap, Film 13 Bom di Jakarta akan Tayang Mulai 28 Desember
"Hampir seluruh kru saya bohongi. Saya tindik (hidung) tiba-tiba, Angga sampai marah banget sama saya. Sampai orang make-up, make-up-in saya, saya pura-pura nangis, saya bilang saya baru tindik dan harus take adegan yang bikin sakit," kata aktor kelahiran 28 Agustus 1987 ini.
Menariknya, Rio memiliki alasan mengapa ia memutuskan memakai tindik hidung palsu di pertengahan produksi film 13 Bom Di Jakarta.
Menurut Rio, Ismail (nama tokoh yang diperankannya) adalah nama anak Nabi Ibrahim yang dulu ingin dikurbankan oleh Ibrahim dan menjadi peringatan Hari Raya Idul Adha yang setiap tahunnya diperingati masyarakat muslim dunia. Dari sana, Rio mendapatkan ide untuk menambahkan tindik hidung sebagai aksen tambahan di karakternya ini.
"Kenapa saya pakai tindikan? Karena namanya Ismail, nama anak Nabi Ibrahim yang (hampir) disembelih. Yang menandakan sapi pekerja atau nggak itu kan ada (tindik) di hidungnya, kerbau dan sapi," kata suami Atiqah Hasiholan itu.
Dia melanjutkan, "Jadi, saya mencoba untuk pendekatan itu untuk saya beri di karakter Arok (atau Ismail)."
Rio pun memiliki cara khusus agar dia dapat lepas dari sosok manipulatif karakter Arok atau Ismail ini. Mulai dari gerakan khusus yang diajarkan Rukman Rosadi (Rosa) selaku rekan aktingnya hingga bertemu kembali dengan sang anak di rumah.
"Untungnya, ada proses bersama Mas Rosa yang ngajarin gimana untuk masuk dan keluar dari karakter. Ketemu anak saya juga (membantu kembali menjadi diri sendiri)," pungkas Rio. (Ant/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Film ini mengisahkan tentang seorang mantan agen elit bernama Oscar Mandalika, yang harus kembali terjun ke dunia yang pernah ia tinggalkan.
“Di akting, gue bisa dapetin peran yang gue butuhin dalam hidup, bisa jadi siapa pun. Tapi, kalau nyanyi dan bermusik, gue bisa luapkan semua emosi gue," ujar Ardhito.
Sempat sulit mengatur keseimbangan porsi bekerja dan menikmati hidup, Ardhito mengungkapkan dirinya sampai dinasehati dan diberi banyak masukan oleh teman-temannya.
Selama ini, untuk menjaga kesehatannya, Bimo banyak minum air putih dan tidak mengonsumsi minuman manis.
Ardhito Pramono berperan sebagai William, sosok anak muda pendiri perusahaan mata uang digital yang mahir di bidang teknologi.
Dalam kehidupan nyata, ternyata Ardhito sendiri pernah merasakan diteror secara personal. Ia mendapatkan pesan berisi ancaman melalui internet dari orang yang tak dikenal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved