Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM aksi terbaru Visinema Pictures arahan sutradara Angga Dwimas Sasongko, 13 Bom di Jakarta akan mulai tayang pada 28 Desember di bioskop. Sejak awal, film ini mengklaim sebagai film aksi terbesar Indonesia.
Untuk mencari tahu lebih lanjut klaim tersebut, Media Indonesia bertanya tentang seberapa besar bujet produksi yang dikeluarkan oleh Visinema dalam memproduksi film 13 Bom di Jakarta. Film ini sendiri menyertakan ratusan senjata dengan ribuan peluru hampa (blank bullet), meledakkan beberapa mobil, dan menyertakan ratusan pemeran.
“Paling mahal ya aktor-aktornya,” kelakar sutradara 13 Bom di Jakarta Angga Dwimas Sasongko menjawab tentang biaya produksi filmnya saat konferensi pers usai pemutaran film sesi media di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, (21/12).
Baca juga : Ganindra Bimo Didukung Istri Tampil di Film 13 Bom di Jakarta
Para ansambel yang terlibat di film ini di antaranya adalah Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono, Rio Dewanto, Putri Ayudya, Ganindra Bimo, Lutesha, Niken Anjani, Rukman Rosadi, Andri Mashadi, dan Muhammad Khan.
Baca juga : Film 13 Bom di Jakarta Rilis Trailer Resmi Kedua
“Biaya produksi (13 Bom di Jakarta) ya kayak bikin tiga film jadi satu,” tambah Angga.
Jawaban tersebut memang belum terlalu spesifik. Namun, dalam taksiran Media Indonesia, setidaknya bujet produksi film Indonesia rerata pada kisaran angka Rp8 miliar–Rp25 miliar. Angka ini didapat dari salah satu wawancara dengan produser ternama Indonesia, Manoj Punjabi.
13 Bom di Jakarta tentu dikemas sebagai film berbujet besar dengan desain produksi yang memang cukup besar. Jadi, jika merujuk angka yang disebut Manoj, setidaknya film 13 Bom di Jakarta berada di batas atas rerata biaya produksi film Indonesia (Rp25 miliar). Angga menyebutkan biaya produksi filmnya adalah seperti memproduksi tiga judul film, kemungkinan 13 Bom di Jakarta menyentuh angka Rp75 miliar. (Z-8)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Film Alas Roban kian mengukuhkan dominasinya di bioskop. Berdasarkan Cinepoint Tracking, horor-drama ini menambah estimasi +93.551 penonton
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Film Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER) tayang 5 Februari 2026. Amanda Manopo dan Fajar Sadboy beradu akting dalam drama komedi berlatar fenomena pinjaman online.
FILM horor terbaru Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 15 Januari.
Menjelang akhir tahun 2025, berbagai film menarik dari dalam dan luar negeri siap menemani waktu liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved