Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Fatin semakin menegaskan era barunya di industri musik Indonesia. Dimulai dari lagu "Ingin Bertemu Lagi" yang dirilisnya pada bulan Januari 2022, musisi muda yang kini berusia 27 tahun tersebut telah mempertahankan manifestasi musiknya secara konsisten dengan deretan single yang terdiri dari kolaborasi bersama Ghea Indrawari yang bertajuk "Bukan Kamu" dan karya solo yang bertajuk "Menjelang Pagi". Kini, memasuki akhir tahun 2023, Fatin menyiapkan satu lagi karya terbarunya yang juga bisa dibilang sebagai karya Fatin paling istimewa sejauh ini: "Jangan Tersesat, Sayang".
Baca juga : Jungkook-Usher Duet di Lagu Standing Next To You
Kembali turun tangan sebagai penulis lagunya, Fatin, untuk pertama kalinya, didampingi oleh penulis lagu dan produser musik kawakan Bianca Nelwan dan Dimas Wibisana. Mereka berdua, tergabung menjadi satu kesatuan bernama Biancadimas, pernah bekerja sama dengan para musisi pop paling produktif di industri seperti Suara Kayu, Syifa Hadju, dan Prinsa Mandagie. Balada pop yang berdurasi 4 menit dan 15 detik ini pun dikemas sebagai sabda cinta dan kebajikan dari Fatin untuk seseorang (atau sesuatu) yang sangatlah penting dalam hidupnya.
Tidaklah berlebihan untuk menjuluki "Jangan Tersesat, Sayang" sebagai sebuah rapsodi yang turut merangkum keseluruhan perjalanan berkarya Fatin -- khususnya, semenjak dia menggebrak industri musik Indonesia berkat kemenangannya di ajang pencarian bakat X Factor Indonesia pada tahun 2012 silam. Bila para audiens musik jeli dalam menyimak lirik lagu "Jangan Tersesat, Sayang", di sini Fatin turut menyisipkan secuil shout-out untuk beberapa karya wahid yang pernah dilahirkannya seperti "Jingga" dan "Dia Dia Dia".
"Tidak terasa bahwa perjalananku dalam berkarya sudah menembus satu dekade," ujar Fatin, yang merilis album perdananya For You pada tanggal 11 November 2013.
"Itulah mengapa, sepanjang penggarapan lagu terbaruku ini, aku punya keinginan untuk memberikan semacam rekognisi untuk semua hal yang telah aku ciptakan. Terlebih, lagu-laguku yang terdahulu seperti 'Jingga' dan 'Dia Dia Dia' akan selalu memiliki tempat teristimewa di hati aku. Terlepas demikian, meskipun aku sudah berkarier satu dekade lamanya, aku juga menyadari bahwa perjalananku masih sangatlah panjang."
Kata "perjalanan" pun menjadi esensi emosi untuk lagu "Jangan Tersesat, Sayang". Ketika pertama kali didengar, mungkin kebanyakan audiens musik akan menginterpretasikan lagu terbaru Fatin ini sebagai ungkap harapan bagi sang kekasih yang terpisah jarak. Akan tetapi, Fatin menjelaskan bahwa terdapat makna yang lebih mendalam yang lirik lagu tersebut siratkan. Seringkali, justru bukanlah sang kekasih yang dipisahkan oleh jarak -- melainkan hati dan jiwa kita sendiri, yang mungkin sedang mengembara lebih jauh dari yang kita duga.
"Hidup telah mengajarkan aku bahwa ada kalanya, segala macam kesibukan dan kepenatan yang kita hadapi di dunia malah membuat hati dan jiwa kita terasa 'jauh' dari diri kita sendiri," ungkap musisi pemenang AMI Awards tersebut. "Selalu ada momen ketika kita mulai lupa akan tujuan hidup kita dan apa yang sesungguhnya penting dalam hidup kita. Di mata aku, lagu 'Jangan Tersesat, Sayang' menjadi pengingat hangat bagi diriku sendiri -- dan semua orang yang mendengarkan -- bahwa, apapun itu perjalanan hidup kita, jangan sampai kepenatan dan rasa lelah membuat kita jadi kehilangan arah." (B-4)
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
PENYANYI pendatang baru Giusti Raka merilis single terbarunya berjudul Masihkah Ada. Single ini menjadi lagu keempatnya yang dirilis.
Penyanyi solo Kunto Aji muncul dengan cara tak biasa dengan tampil mengenakan pakaian serba kuning, lengkap dengan sepatu hitam di Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved