Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM terbaru Visinema Pictures, 13 Bom di Jakarta akan tayang pada 28 Desember. Film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko ini diklaim menjadi film aksi laga terbesar tahun ini. Mengingat film 13 Bom di Jakarta melibatkan aksi kejar-kejaran mobil, laga, hingga senjata.
Film 13 Bom di Jakarta berkisah tentang Jakarta yang mengalami teror 13 bom yang diletakkan di 13 titik kota dalam waktu berbeda. Setiap orang yang ada di kota berusaha menghentikan teror pengeboman.
“Visinema selalu mendorong untuk menyajikan sesuatu yang baru bagi penonton Indonesia. Selain itu juga untuk terus menguji dan menantang kapasitas kami sebagai filmmaker. Bisa dibayangkan apa yang kami kerjakan bersanding dengan film-film yang beredar secara global,” kata sutradara 13 Bom di Jakarta Angga Dwimas Sasongko, saat konferensi pers perilisan poster dan tampilan perdana (first look) di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kamis, (26/10).
Baca juga : Serial Web Terbaru Pusaka Bakti Lingkungan Djarum Foundation Luncurkan
Angga menambahkan, cerita film 13 Bom di Jakarta juga terinspirasi kejadian nyata yakni peristiwa pengeboman sebuah mal di Tangerang pada 2015.
Namun, ia menyebut cerita dalam film tidak berkaitan dengan konteks peristiwa nyata yang terjadi di Indonesia. Syuting dilakukan di Jakarta dan Klaten selama 41 hari produksi.
Baca juga : Kalah War Reservasi Online? Tiket Jakarta Film Week akan Tersedia On-The-Spot!
Film 13 Bom di Jakarta dibintangi oleh Rio Dewanto, Chicco Kurniawan, Lutesha, Ardhito Pramono, Putri Ayudya dan Ganindra Bimo, Niken Anjani, Rukman Rosadi, Andri Mashadi, Muhammad Khan dan Aksara Dena.
Putri Ayudya mengungkapkan ia termasuk salah satu pemeran yang dalam film terlibat dalam aksi dengan senjata (gun fight). Ia pun harus mengikuti pelatihan ala militer selama beberapa hari bersama di antaranya dengan Ganindra Bimo dan Niken Anjani.
Sementara itu, 13 Bom di Jakarta juga menjadi film yang membuat Rio Dewanto sebagai antagonis. Ia berperan sebagai Arok, atasan kelompok teroris yang meneror Jakarta.
Terakhir, Angga mengungkapkan produksi 13 Bom di Jakarta adalah akumulasi proses belajar yang terus dilakukannya sepanjang berkarier di film. Mulai dari aksi laga di film Wiro Sableng, aksi senjata di Filkop 3, hingga kejar-kejaran mobil di Mencuri Raden Saleh. Semua elemen tersebut dilebur ke film terbaru Angga.
“Semua elemen tersebut digabungkan dan diekspansi secara teknisnya di 13 Bom di Jakarta. Jadi kenapa ini (action) gede, karena memang menggabungkan dari berbagai unsur film yang pernah saya kerjakan. Dan yang membuat filmnya besar secara skala karena kami ingin gabungkan action dengan karakter dan penceritaan yang kuat dan isu yang relevan,” pungkasnya. (Z-5)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Film aksi biasanya menampilkan konflik intens seperti kejar-kejaran, pertempuran, ledakan, pertarungan tangan kosong, atau penggunaan senjata.
FILM One Battle After Another siap ditayangkan di bioskop Indonesia, pada 24 September 2025. Film ini dibintangi Leonardo DiCaprio
Film aksi, biasanya banyak adegan perkelahian tangan kosong, pertarungan bersenjata, atau aksi heroik.
Film Malaysia Blood Brothers: Bara Naga tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2025. Film ini menyuguhkan aksi brutal, pengkhianatan, dan kisah emosional yang menggugah.
FILM aksi terbaru Shadow Force tayang di bioskop Indonesia sejak 7 Mei. Film garapan sutradara Joe Carnahan ini mengikuti kisah pasangan suami istri, Kyrah (Kerry Washington) dan Isaac (Omar Sy)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved