Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSER, penyanyi-penulis lagu, dan multiinstrumentalis dari Kanada, Chris LaRocca merilis album perdananya, I Cried My Eyes Out, yang berisikan 13 lagu melalui Red Bull Records/Wonderchild.
Pada rilisan lagu-lagu sebelumnya, LaRocca banyak bermain dan juga melintasi berbagai macam genre musik dari mulai indie rock, soulful R&B dan tentunya musik pop.
Ia telah berhasil menunjukkan keahliannya dalam memproduksi dan juga menulis lagu. Melalui lagu-lagunya, ia mencoba untuk mendekatkan dirinya secara personal dengan pendengarnya lewat cerita-cerita perjuangan yang ia hadapi secara internal yang biasanya enggan ia bicarakan, bahkan sampai sekarang.
Baca juga: Chris LaRocca Rilis Single Because of U
Namun untuk album ini, semuanya ia ceritakan. Mulai dari bagaimana ia menghadapi isu-isu yang ada di industri musik, perasaan jatuh cinta sampai bagaimana akhirnya ia bisa menemukan sound dan dirinya sendiri. Semuanya menjadi momen penting yang mempengaruhi proses penggarapan dan juga tema besar album perdananya.
Lagu yang berjudul I Cried My Eyes Out memperlihatkan hal tersebut dengan baik. Perjuangan kerasnya dengan banyak keringat dan air mata yang telah LaRocca tuangkan pada karya seninya hidup di dalam chorus lagu ini yang akan melekat di telinga pendengarnya.
Untuk menemani album terbarunya, LaRocca juga merilis sebuah video klip untuk I Cried My Eyes Out. Diceritakan melalui empat cerita yang di mana semua dapat mengerti, video klip ini juga menggambarkan kehidupan naik turunnya LaRocca selama beberapa tahun terakhir ini.
Baca juga: Chris LaRocca Rilis EP Smile Because It Happened
LaRocca berbagi, "Sebagai seorang kreatif, banyak hal yang kita korbankan dari kehidupan pribadi dan tentunya kesehatan mental kita untuk bisa mencapai tujuan yang dimaui. Yang dilihat oleh penonton hanyalah hasil akhirnya (karya itu sendiri) - banyak orang tidak mengetahui proses yang sebenarnya terjadi, apa saja yang menjadi sebuah kontribusi dalam sebuah karya, dan aku ingin mengungkapkan proses tersebut dan dampaknya terhadap kita (pekerja kreatif)."
"Dengan album ini, aku ingin menunjukkan bagaimana sebenarnya perasaan banyak seniman dan kreatif selama ini, karena hal ini jarang dibicarakan secara terbuka. Jika kalian merasa kalau kalian belum berada di tempat yang kalian inginkan, itu tidak ada apa-apa. Aku ingin setiap orang yang sedang berjuang dalam kehidupannya bisa menemukan sedikit ketenangan dengan fakta tersebut. Menjadi seorang kreatif bukanlah jalan yang mudah, dan pastinya akan ada air mata yang jatuh dengan berbagai macam alasan, namun jika kita bisa bertahan, mampu melalui semua itu dan pada akhirnya bisa membuat sesuatu (karya) yang kita banggakan dan ditambah bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan mengejar mimpinya, maka kita sudah berbuat sesuatu yang benar," lanjutnya.
Pada musim panas tahun ini, LaRocca telah merilis dua EP yaitu Perhaps! dan Smile Because It Happened, dengan lagu-lagu pada dua EP tersebut juga akan tersebar di dalam album I Cried My Eyes Out.
Ada empat lagu baru yang disambut secara baik pada album terbarunya, termasuk Bad, yang akan membawa pendengarnya seperti sedang bermimpi dan juga pengalaman patah hati yang epik, dan Troubadours, yang merupakan lagu di mana merupakan sebuah kilas balik dari masa lalu LaRocca yang dipenuhi dengan harmoni-harmoni halus.
Meski mendapatkan banyak pujian atas keterlibatannya dalam beberapa karya artis ternama seperti Kali Uchis, Russ, dan Stray Kids, LaRocca telah menciptakan sound uniknya sendiri dalam album perdananya.
LaRocca juga akan membawa hal ini ke penontonnya nanti di New York, Los Angeles, dan juga Toronto bulan depan. (RO/Z-1)
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Keputusan Vidi Aldiano untuk berhenti sejenak diambil agar ia bisa memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatannya.
SEJUMLAH selebritas seperti Vidi Aldiano, Denny Sumargo (Densu), hingga Luna Maya bersaing dalam Tiktok Awards 2025.
Kylie Jenner melakukan pemotretan untuk kampanye koleksi jenama riasan miliknya King Kylie Collection dengan memakai mahkota karya perancang aksesoris Tanah Air, Rinaldy Yunardi.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Raisa mengunggah sejumlah foto kegiatannya di Paris, salah satunya saat menjadi tamu undangan di salah satu acara brand kosmetik kenamaan Dior.
Ardina Rasti memilih tampil apa adanya terutama dalam perawatan wajahnya yang tampak awet muda tidak melakukan prosedur treatment ekstrem.
EP Dog Years dari Chris LaRocca dirilis dengan single utama Preaching to the Choir, yang memiliki nuansa funk, namun dengan tema yang pesimistis.
Single Last Pair of Boots In Town dari Chris LaRocca mengangkat tema siklus hubungan toksik yang berulang.
Normal Guy menjadi rilisan keempat Chris LaRocca pada tahun ini, sekaligus bagian dari rangkaian menuju EP terbarunya Dog Years, yang akan dirilis akhir tahun ini.
Lewat lagu Slow Dance in the Diner, Chris LaRocca mengajak pendengarnya ikut merasakan hangatnya momen-momen kecil yang bisa terjadi saat sedang jatuh cinta.
Lewat Laundry Day, Chris LaRocca menangkap momen ketika hubungan mulai berkembang menuju sesuatu yang lebih serius.
Membuka babak baru dalam eksplorasi musikalnya, Chris LaRocca merilis single pertama dari EP ini, Ladybug, yang kini sudah tersedia di berbagai platform digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved