Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI, produser, penulis lagu, dan multiinstrumentalis asal Kanada Chris LaRocca menghadirkan EP terbarunya yang bertajuk Dog Years, melalui Red Bull Records/Wonderchild.
EP Dog Years dirilis dengan single utama Preaching to the Choir, yang memiliki nuansa funk, namun dengan tema yang pesimistis.
Sebab, lagu ini ditulis sebagai anthem bagi para overthinker yang sedang menjalani sebuah hubungan romantis.
Dengan fokus yang berpusat kepada topik seputar kecemasan, Preaching to the Choir diwarnai dentuman ala produksian indiefolk yang dibuat sedemikian rupa untuk menyampaikan segala pertanyaan irasional yang muncul di benak seorang over-thinker untuk pasangannya.
LaRocca memiliki kecintaan yang luar biasa besarnya untuk era 70-an dan genre musik Americana yang mungkin mengejutkan jika melihat sejarah karyanya sebagai penulis lagu serta produser.
Bekerja sama dengan layaknya Bryson Tiller, Kali Uchis, dan Russ — dunia genre Americana terasa sangat jauh. Karya EP 'dog years' ini menjadi bentuk penghormatan kepada era ikonik tersebut walau tetap sambil membawa identitas musik pribadinya sendiri, yang secara lucu-lucuan ia sebut sebagai genre Canadiana.
Sejauh ini, 2025 telah menjadi tahun yang produktif bagi LaRocca. Ia merilis lima single menuju perilisan EP-nya ini. Alhasil, para penggemarnya telah mendapatkan kesempatan untuk jatuh cinta dengan lagu-lagu seperti Ladybug, Laundry Day, Slow Dance in the Diner, Normal Guy, dan Last Pair of Boots in Town.
EP Dog Years menghadirkan tiga lagu baru, yaitu single utama Preaching to the Choir, Fed Up!!, dan Dog Years.
Lagu baru yang kedua, Fed Up!!, memberikan pendengar vokal yang lebih menggema bersama alunan megah dari gitar LaRocca — membawakan rasa penyesalan dengan sedikit amarah.
Kemudian, title track dari EP ini menceritakan lebih mengenai makna di balik karya ini, yaitu bahwa waktu bisa terasa seperti berjalan cepat dan lambat di waktu yang bersamaan.
Dalam lagu Dog Years, LaRocca meyakinkan pendengar bahwa perkembangan maupun pemulihan diri bukan suatu hal yang linear.
"Aku mulai mengerjakan EP ini pada 1 Januari 2024 dan menyelesaikannya di bulan November tahun itu. Banyak sekali hal baru yang kutemukan dalam pengerjaan proyek ini dalam konteks kreativitas, mulai dari rekan kolaborasi, nada dan irama, serta gaya penulisan yang semua mengarahkan diriku ke tempat yang aku sudah lama ingin jelajahi. Tahun tersebut juga berisi cinta dan patah hati, kemenangan dan kekalahan, serta pertumbuhan dan rasa sakit yang selalu kutuangkan dalam lagu di saat mereka terjadi. Pada akhir proses ini, yang kusadari adalah bahwa banyak sekali hal yang bisa terjadi dalam kurun waktu satu tahun, apalagi seiring kita bertumbuh lebih tua, hari demi hari menjadi terasa lebih pelan dan tahun ke tahun terasa lebih cepat.," papa LaRocca
EP ini merupakan hasil kolaborasinya yang sama-sama ingin menciptakan karya yang menggerakkan hati para pendengarnya, antara lain produser asal Kanada, Daniel Lanois yang sudah berkolaborasi dengan Bob Dylan dan Neil Young, Alex 'Ace G' Erenwein yang sudah berkolaborasi dengan Drake, Jack Harlow, dan Daniel Caesar), "Dirty" Dave Marcus yang sudah berkolaborasi dengan Blxst, Rico Nasty, dan Offset, dan Herag Sanbalian yang sudah berkolaborasi dengan Alessia Cara, Nelly Furtado dan masih banyak lagi.
Dinamakan berdasarkan kepercayaan bahwa satu tahun manusia adalah tujuh tahun bagi seekor anjing, LaRocca merasa itulah yang terjadi padanya.
"Dalam proses kreatif, terkadang rasanya seperti hidup beberapa tahun dalam kurun waktu yang singkat — dan mendengarkan ulang 'dog years' dari awal hingga akhir, rasanya betul-betul seperti karyanya menamakan dirinya sendiri dengan banyaknya pengalaman hidupku yang tercakup dalamnya," ungkap LaRocca
Selama 2024, LaRocca telah merangkai sebuah karya yang mengeksplorasi secara 360 derajat sebuah suara baru dari dirinya sendiri. EP yang mampu mengenalkan hubungan pribadinya dengan gaya penulisan lagu serta gaya perangkaian musik berlapis yang dikenalkan oleh musisi genre Americana dan folk yang menginspirasi LaRocca untuk mendalami genre tersebut.
Dog Years adalah karya yang penuh renungan serta kesabaran, dan terasa seperti penderitaan, namun juga seperti pemulihan diri.
Di masing-masing single, LaRocca menyelami momen terbaik dan terburuk dengan perhatian yang mendetail. Perkembangan pribadi LaRocca yang formatif pada "tahun anjing" yang menghasilkan EP ini terdengar nyata dengan evolusi LaRocca yang terus berlangsung. (Z-1)
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Ambigu dari Eidra hadir sebagai narasi tentang emosi kegelisahan batin seseorang yang terjebak dalam penantian.
Dul Jaelani mengajak pendengar untuk menyelami cinta sebagai sebuah ruang yang penuh keindahan sekaligus kerapuhan lewat single Sebenarnya, Selamanya...
Willy Winarko mengungkapkan bahwa lagu Okay? adalah representasi dari kedewasaan emosional yang sebenarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved