Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI, produser, dan multiinstrumentalis Chris LaRocca resmi merilis single ketiganya tahun ini, Slow Dance in the Diner. Lagu itu juga akan menjadi bagian dari EP mendatangnya Dog Years di bawah Red Bull Records/Wonderchild.
Slow Dance in the Diner jadi salah satu rilisan paling personal dari LaRocca sejauh ini.
Lewat lagu ini, ia mengajak pendengarnya ikut merasakan hangatnya momen-momen kecil yang bisa terjadi saat sedang jatuh cinta, ketika saat hal sederhana justru terasa paling berarti dan membekas.
Dari segi penulisan, LaRocca tetap detail seperti biasanya, tapi kali ini ia memakai pendekatan yang lebih organik. Vokalnya terdengar lebih dekat dan jujur, liriknya lugas, dan aransemen gitarnya memberi warna yang hangat sekaligus melankolis. Lagu ini membuka sisi baru dari proses kreatif LaRocca, sekaligus jadi langkah awal dari eksplorasinya ke gaya bercerita yang selama ini hanya ia kagumi dari jauh. Terinspirasi dari nuansa folk dan americana, lagu ini dibalut dengan kesederhanaan yang tulus dan nggak dibuat-buat.
Soal inspirasi di balik lagu ini, LaRocca bercerita, "Slow Dance in the Diner sebenarnya terinspirasi dari perjalanan aku bareng pasanganku ke Halifax di East Coast Kanada. Setelah mampir ke Peggy's Cove, kami menemukan satu-satunya restoran yang masih buka malam itu, namanya The Finer Diner."
"Begitu masuk, mereka lagi muter lagu country lama, dan tempatnya benar-benar kosong, hanya ada kami dan orang yang jaga kasir. Sambil nunggu lama banget buat bayar, kami akhirnya berdansa pelan untuk mengisi waktu."
"Pas aku ingat-ingat lagi, rasanya kayak adegan film. Itu salah satu momen langka di hidupku di mana aku benar-benar ngerasa dicintai dan mencintai. Di situ juga aku sadar, aku jarang banget kasih waktu buat diri sendiri untuk berhenti sejenak dan hadir penuh di satu momen. Lagu ini jadi pengingat buat menikmati waktu-waktu kayak gitu sepenuhnya," lanjutnya.
Sebelum ini, LaRocca sudah merilis dua single dari EP Dog Years, yaitu Ladybug dan Laundry Day, yang sama-sama menggambarkan perjalanannya dalam mengenal dan menjaga cinta.
Meski tiap lagu punya warna musik yang berbeda, semuanya ditulis dalam satu tahun yang penuh perubahan, tahun ketika LaRocca banyak bertumbuh, baik sebagai individu maupun sebagai pasangan. Lagu-lagu ini terdengar seperti potongan jurnal pribadi yang ia buka satu per satu, dengan cerita yang jujur dan terasa dekat.
Seiring makin banyak potongan dari Dog Years yang dirilis, pendengar diajak menyelami sisi-sisi baru dari LaRocca. Kini, musisi asal Toronto itu tidak lagi ragu menunjukkan sisi rapuhnya.
Dari satu lagu ke lagu lain, ia konsisten membuktikan bahwa momen-momen paling sederhana dalam hidup bisa jadi cerita yang kuat, dan musiknya selalu punya cara untuk nyambung dengan siapa saja yang mendengarkan. (Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved