Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SOLOIS Teddy Adhitya memasuki fase baru dalam kiprah bermusiknya melalui single terbaru berjudul Seperti Setiap Hari.
Dalam single baru tersebut, Teddy menyanyikan musik yang cukup berbeda dibandingkan dengan materi-materi terdahulu yang tidak lagi terdengar murung. Melalui Seperti Setiap Hari, Teddy hadir dengan musik yang ceria dengan sentuhan R&B.
Single ini merupakan materi pertama bagi Teddy di tahun ini sekaligus menjadi rangkaian pembuka menuju album baru Semua, Semua, yang akan rilis pada 24 Agustus mendatang.
Baca juga: Mini Album Teddy Adhitya Bicara Soal Cinta Seluas Samudra
Dibandingkan karya-karya sebelumnya yang lebih banyak menggunakan bahasa Inggris, kini, Teddy menembangkan lagu dalam bahasa Indonesia.
"Ini mimpi gue sebagai anak Ambon untuk bikin album Indonesia, karena susah untuk ngomongin gue anak Ambon kalau masih merilis lagu dengan berbahasa Inggris," kata Teddy dalam keterangan pers, dikutip Selasa (1/8).
"Salah satu intensi untuk bikin album ini adalah membawa kembali pride sebagai anak Ambon yang pernah gue rasakan pas kecil," lanjutnya.
Baca juga: Tutup rangkaian Trilogi 3, Teddy Adhitya Rilis Masa Depan
Pada 2016, Teddy meluncurkan single perdana berjudul In Your Wonderland. Dia telah menelurkan dua album studio masing-masing Nothing is Real pada 2017 dan Question Mark ((?)) pada 2019, serta album mini Ocean (2022).
Sebelum Seperti Setiap Hari, Teddy juga pernah merilis beberapa single berbahasa Indonesia termasuk Langit Favoritku (2021), Semestinya (2021), dan Masa Depan (2021).
Di samping hadir dengan eksplorasi bahasa Indonesia, lirik dalam single Seperti Setiap Hari digarap dengan freestyle, menyusul melodi dan musiknya yang lebih dulu dikerjakan.
Adapun tema utama single Seperti Setiap Hari secara spesifik membahas tentang situasi hopeless romantic dalam sebuah hubungan percintaan.
"Se-hopeless romantic-nya, di ujung lagu gue tetap being realistic," ujar Teddy tentang lirik lagunya.
"Gue bisa bilang kayak lo sama gue bakal baik-baik saja dengan janji manis dan segala macamnya, tapi at the end of the day, kita cuma manusia. Kalau salah ya mohon maaf," sambung Teddy.
Dalam proses pengerjaan, Teddy turut melibatkan banyak pihak termasuk tiga gitaris mulai dari Vicky Geovaldi dan Adityar Andra, yang merupakan session player di tiap panggungnya, hingga Petra Sihombing. Adapun Teddy sendiri juga turun langsung sebagai produser di single Seperti Setiap Hari. (Ant/Z-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Lagu Bayangkan Ku Hilang dari Teddy Adhitya mengisahkan perasaan seseorang yang terus memberi cinta tanpa pernah benar-benar dilihat atau diakui.
Dalam serangkaian lokakarya yang digelar selama lima hari tersebut, para musisi membahas akar penyebab krisis iklim, peran seni dan budaya dalam mendorong perubahan nyata.
Di albumnya, Teddy Adhitya sengaja memilih lagu Kini sebagai pembuka untuk mengajak pendengar agar tidak mengkhawatirkan apa yang terjadi di hari kemarin dan besok.
Kembalikanku ini dirangkai dari cuplikan video-video yang tersimpan dari telepon genggam pria asal Yogyakarta itu.
Album Semua, Semua disebut Teddy juga sebagai fase barunya dalam bermusik. Sebab, seluruh lagu ditulis dalam bahasa Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved