Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses dengan film Mencuri Raden Saleh, sutradara Angga Dwimas Sasongko kembali bermain dengan genre baru, Angga menyutradarai film espionage-action lewat 13 Bom di Jakarta.
Naskah film tersebut ditulis Angga bersama Irfxan Ramli. Angga menyebut mulai Juni ini, film memasuki tahapan produksi.
“Film 13 Bom di Jakarta sudah selesai big reading dan bootcamp untuk pemain. Workshop fighting dan gun battle juga sudah selesai. Selanjutnya kami akan mulai syuting selama 45 hari,” ungkap Angga dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat, (2/6).
Baca Juga : Proyek Baru Angga Dwimas Sasongko, Film Bergenre Aksi-Spionase
Proses big reading telah dilakukan pada Mei dan diikuti oleh seluruh pemain termasuk Angga Dwimas Sasongko selaku sutradara, Taufan Adryan sebagai produser dan sejumlah kru.
Baca juga : Mencuri Raden Saleh, Film yang Menyatukan Ikon Aktor dan Aktris Masa Kini
Dalam proses big reading, para pemain membaca naskah untuk mempelajari karakter dan adegan, baik untuk peran sendiri atau aktor lainnya.
Film 13 Bom di Jakarta melibatkan nama-nama besar seperti Rio Dewanto, Chicco Kurniawan, Lutesha, Ardhito Pramono, Ganindra Bimo, Putri Ayudya, Niken Anjani, Muhammad Khan dan Rukman Rosadi.
Setelah Mencuri Raden Saleh, 13 Bom di Jakarta juga akan menjadi proyek besar teranyar Visinema Pictures, jika menilik dari tema dan sederet nama besar yang terlibat. (Z-8)
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) =menghadirkan Clermont-Ferrand Night.
Film Perang Jawa diumumkan memasuki tahap praproduksi, bertepatan dengan peringatan 200 tahun Perang Jawa.
ANGGA Dwimas Sasongko bersama Visinema Pictures meneruskan ambisinya untuk menggarap film epik tentang Pangeran Diponegoro berjudul Perang Jawa.
Angga Dwimas Sasongko percaya bahwa cerita bermuatan lokal dan inovasi dengan cerita tersebut adalah kunci yang dibutuhkan untuk membuka pintu peluang perfilman nasional menembus global.
Industri film Indonesia tengah mengalami transformasi besar lewat keberanian para produser yang tidak hanya memproduksi tontonan, tetapi juga mengusung misi perubahan.
Menurut Angga Dwimas Sasongko, film Ratu Malaka adalah karya yang personal dan monumental.
Angga Dwimas Sasongko akan kembali menyutradarai film terbaru berjudul Ratu Malaka. Proyek film aksi tersebut direncanakan akan diproduksi pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved