Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Raissa Anggiani pantang menyerah mengejar kecintaannya pada musik dan kini berhasil menunjukkan keunikannya. Pelantun lagu Kau Rumahku itu memukau pendengar dengan alunan lagu-lagu folk-pop dan bedroom pop.
Memulai karier musik pada usia muda mungkin terasa menakutkan. Namun, Raissa Anggiani yang telah mulai bernyanyi dan menulis lagu sejak kelas empat SD justru menemukan kedamaian saat bermusik.
Raissa percaya kesederhanaan merupakan kekuatan dalam karya-karyanya. Keinginannya untuk bereksperimen telah membantunya melampaui batasan yang ada.
Baca juga: Yuk Mengenal Raissa Anggiani, Jebolan Spotify RADAR 2022
Saat memulai karier, Raissa tidak menyangka akan berada di titik ini, sampai akhirnya ia menjadi bagian Radar Indonesia 2022, bagian kampanye yang diluncurkan platform streaming Spotify.
Perempuan berusia 19 tahun itu memulai debut pada 2020 dengan lagu duet berjudul if you could see me cryin' in my room bersama Arash Buana. Pada 2022, lagunya pun mencapai lebih dari 100 juta streams di Spotify.
Masuk sebagai musikus di program Radar pun diklaim memberinya impak signifikan dengan 151% peningkatan pendengar bulanan, 629% peningkatan pengikut di halaman musikus, dan 790% penaikan jumlah stream selama setahun terakhir.
Baca juga: Naura Ayu dan Sembilan Musikus Baru Masuk Radar Indonesia 2023 Spotify
“Rasanya luar biasa sekali bisa berada di posisi sekarang ini, apalagi buat aku yang terhitung masih baru di industri musik. Masuk di program Radar juga membuka pintu untuk banyak kesempatan luar biasa, salah satunya adalah menjadi ambassador Equal,” kata Raissa, dalam keterangan tertulis, Selasa, (16/5).
Pada Oktober 2022, ia juga dipilih menjadi ambassador Equal, mendapatkan ekspos secara global dengan muncul di papan besar di Times Square New York, AS. Ia merasa senang karena bisa muncul dalam kesempatan sama di program itu seperti idolanya, Billie Eilish dan Olivia Rodrigo.
Terbaru, lagunya berjudul Kau Rumahku sudah bertengger di 10 besar tangga lagu mingguan Spotify Indonesia selama 23 minggu berturut-turut, serta diputar lebih dari 94 juta kali.
Kini, Raissa sedang mempersiapkan mini album dengan berkolaborasi bersama beberapa produser, menciptakan apa yang selama ini ingin ia bawa dalam musiknya: tempat peristirahatan untuk pendengarnya dan melodi yang mampu mengetuk pintu hati mereka.
(Z-9)
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Belum Siap Dewasa adalah lagu tentang perasaan takut tumbuh besar dan meninggalkan masa sekolah yang penuh tawa dan teman-teman.
Paa Perasuk menarik perhatian tidak hanya karena alur ceritanya yang unik tetapi juga karena berhasil mengandeng penyanyi internasional Anggun C. Sasmi untuk debut.
PENYANYI muda Prince Poetiray berhasil menyabet penghargaan Pendatang Baru Terbaik Terbaik di AMI Awards 2025. Musisi berusia 11 tahun itu merebut penghargaan lewat lagu Selalu Ada di Nadimu.
Mengenai makna di balik lagu Roomates, Hilary Duff mengungkapkan bahwa Roommates adalah potret dari hiruk-pikuk kehidupan orang dewasa yang sering kali terasa menyesakkan.
Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy Genk dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta.
Melalui unggahan di media sosial, Harry Styles membagikan sampul album terbarunya.
Berkolaborasi dengan TransJakarta, Nidji menghadirkan instalasi interaktif bertajuk Booth Manifestasi Hati 2026 di tiga titik strategis transportasi publik ibu kota.
Lagu Hati Bertali dari Bumiy hadir bukan sekadar sebagai rilisan musik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi dan penguat jiwa bagi mereka yang tengah diuji oleh perpisahan.
Musisi legendaris Sting dilaporkan telah membayar lebih dari setengah juta pound sterling kepada mantan rekan bandnya di The Police, Andy Summers dan Stewart Copeland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved