Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Raissa Anggiani pantang menyerah mengejar kecintaannya pada musik dan kini berhasil menunjukkan keunikannya. Pelantun lagu Kau Rumahku itu memukau pendengar dengan alunan lagu-lagu folk-pop dan bedroom pop.
Memulai karier musik pada usia muda mungkin terasa menakutkan. Namun, Raissa Anggiani yang telah mulai bernyanyi dan menulis lagu sejak kelas empat SD justru menemukan kedamaian saat bermusik.
Raissa percaya kesederhanaan merupakan kekuatan dalam karya-karyanya. Keinginannya untuk bereksperimen telah membantunya melampaui batasan yang ada.
Baca juga: Yuk Mengenal Raissa Anggiani, Jebolan Spotify RADAR 2022
Saat memulai karier, Raissa tidak menyangka akan berada di titik ini, sampai akhirnya ia menjadi bagian Radar Indonesia 2022, bagian kampanye yang diluncurkan platform streaming Spotify.
Perempuan berusia 19 tahun itu memulai debut pada 2020 dengan lagu duet berjudul if you could see me cryin' in my room bersama Arash Buana. Pada 2022, lagunya pun mencapai lebih dari 100 juta streams di Spotify.
Masuk sebagai musikus di program Radar pun diklaim memberinya impak signifikan dengan 151% peningkatan pendengar bulanan, 629% peningkatan pengikut di halaman musikus, dan 790% penaikan jumlah stream selama setahun terakhir.
Baca juga: Naura Ayu dan Sembilan Musikus Baru Masuk Radar Indonesia 2023 Spotify
“Rasanya luar biasa sekali bisa berada di posisi sekarang ini, apalagi buat aku yang terhitung masih baru di industri musik. Masuk di program Radar juga membuka pintu untuk banyak kesempatan luar biasa, salah satunya adalah menjadi ambassador Equal,” kata Raissa, dalam keterangan tertulis, Selasa, (16/5).
Pada Oktober 2022, ia juga dipilih menjadi ambassador Equal, mendapatkan ekspos secara global dengan muncul di papan besar di Times Square New York, AS. Ia merasa senang karena bisa muncul dalam kesempatan sama di program itu seperti idolanya, Billie Eilish dan Olivia Rodrigo.
Terbaru, lagunya berjudul Kau Rumahku sudah bertengger di 10 besar tangga lagu mingguan Spotify Indonesia selama 23 minggu berturut-turut, serta diputar lebih dari 94 juta kali.
Kini, Raissa sedang mempersiapkan mini album dengan berkolaborasi bersama beberapa produser, menciptakan apa yang selama ini ingin ia bawa dalam musiknya: tempat peristirahatan untuk pendengarnya dan melodi yang mampu mengetuk pintu hati mereka.
(Z-9)
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Katyana Mawira mengaku terpengaruh oleh gaya bermusik musisi asal Inggris, Olivia Dean, terutama dalam hal menyusun narasi lagu yang menyatu dengan vokal dan aransemen.
Ke-11 lagu dalam album tersebut secara lirik didasari oleh kisah nyata dari semua perjalanan cinta yang menjadi kenangan dan pelajaran Saphira.
MUSISI Raissa Anggiani sukses menggelar konser album ‘Kepada, Yang Terhormat’ di M Bloc Live House, Jakarta. Raissa menutup gelaran konser album dengan sempurna di Jakarta.
SEBAGAI bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, penyanyi solo, Rossa, menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra.
Rossa mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya terlibat dalam sebuah proyek seni di luar keperluan komersial.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved