Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEPHANT Kind baru saja merilis video klip untuk single terbaru mereka, Love As, yang tayang secara perdana lewat DIY Magazine, sebuah publikasi dari Inggris, yang merupakan tempat di mana mereka tinggal saat ini.
Bersamaan dengan perilisan video terbaru mereka, Elephant Kind juga mengumumkan EP baru berjudul Superblue, yang siap dirilis, Jumat (31/3).
Tentang elemen kosmik dalam video klip ini, vokalis Bam Mastro menjelaskan, "Musik tidak mengenal batas dan perjalanan kami terasa seperti kami adalah alien di dunia yang baru. Kami percaya lirik dan ritme musik kami akan melewati berbagai batasan budaya dan bahasa, dan membawa kami lebih dekat ke rumah baru kami."
Baca juga: Cerita Elephant Kind Buat Karya di Inggris
Ia melanjutkan, "Dengan Rich Hall, sebagai sutradara, kami berbagi visi untuk menampilkan di mana alien diterima dan dirayakan, yang kami hadirkan melalui musik dan keajaiban visual. Kami ingin menghilangkan batasan tentang apa yang disebut normal, dan memeluk keindahan dari keberagaman, walaupun terasa seperti dari planet yang lain."
Drummer Bayu Adisapoetra menambahkan, "Aku adalah penggemar berat dari film-film sci-fi seperti Star Wars, Close Encounters of the Third Kind, dan 2001: A Space Odyssey, dan kami bertiga memikirkan ide untuk membuat video klip yang terinspirasi dari tema ini."
Video klip Love As merupakan video klip Elephant Kind pertama yang direkam di London, tempat di mana mereka berbasis saat ini.
Baca juga: Elephant Kind Rilis Mini Album dari Studio Abbey Road
"Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan," cerita Bam. "Energi kreatif dari kota ini benar-benar membuat kami terinspirasi, dan semua crew benar-benar mendukung kami dalam membawa visi kami menjadi nyata."
Trio ini kini sedang bersiap merilis EP terbaru mereka, Superblue, di akhir minggu ini, sebuah proyek yang sudah dipersiapkan sejak lama.
"Ini adalah karya pertama di mana aku melepaskan banyak egoku," kata Bam, "Dan aku mengajak semuanya untuk menyampaikan ide-ide mereka. Awalnya tidak mudah karena memang agak sulit untuk mendengarkan orang lain, tapi Bayu dan Kevin datang dengan banyak hal baru yang menarik. Rasanya sangat menyenangkan ketika melihat bagaimana musik kami terus berkembang saat kami menulis musik bersama."
"Ketika kami masih muda, kami tak pernah melihat ada band Indonesia yang sukses di kancah musik internasional, jadi kami selalu bermimpi untuk mendobrak hal tersebut," cerita Bayu Adisapoetra tentang keputusan mereka untuk pindah ke luar negeri.
"Menurutku, hal terbaik dari kesuksesan di Indonesia adalah karena musisi dapat mempertahankan karir lebih lama di sana dibandingkan di tempat lain di dunia. Jika seorang musisi berhasil di Indonesia, maka mereka akan dicintai untuk waktu yang sangat lama," lanjutnya.
Elephant Kind pertama kali dibentuk di kamar tidur Bam di Perth, Australia lebih dari satu dekade yang lalu, sebagai sebuah wadah baginya untuk mengekspresikan diri secara kreatif dan sebagai proyek introspektif yang lebih ditujukan untuk dirinya sendiri, sebelum akhirnya ia pindah ke Indonesia.
Elephant Kind telah bertumbuh menjadi tiga orang dengan empat album, ratusan ribu pendengar setiap bulannya di seluruh dunia, dan telah memantapkan posisi mereka sebagai salah satu band alternatif yang paling dicintai di Indonesia.
Musik-musik indie alternatif mereka yang segar telah mendapatkan pujian dan sambutan hangat baik di dalam maupun luar negeri, sambil terus berkembang dari tahun ke tahun seiring dengan ambisi mereka untuk dapat semakin mendunia.
Di Indonesia, Elephant Kind telah meraih banyak penghargaan termasuk dalam The Indonesian Cutting Edge Music Awards dan meraih banyak nominasi di gelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards dan Indonesian Choice Awards.
Mereka juga telah berkolaborasi dengan berbagai brand ternama seperti Gucci, Dior, Vans, Dr. Martens, dan lainnya.
Kevin Septanto dan Bayu Adisapoetra membentuk trio ini bersama Bam, dan bekerja sama untuk menciptakan musik Elephant Kind yang mendobrak genre, serta menyatukan berbagai inspirasi dan gaya musik mereka untuk menghasilkan sebuah sound yang khas.
Dengan dinamika baru ini, muncul gaya penulisan yang baru yang melibatkan partisipasi semua anggota band secara penuh. Proyek mereka yang akan datang akan menjadi awal dari sebuah era baru – dengan proses kreatif yang segar – untuk melahirkan karya mereka yang paling dinamis hingga saat ini. (RO/Z-1)
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Keputusan Vidi Aldiano untuk berhenti sejenak diambil agar ia bisa memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatannya.
SEJUMLAH selebritas seperti Vidi Aldiano, Denny Sumargo (Densu), hingga Luna Maya bersaing dalam Tiktok Awards 2025.
Kylie Jenner melakukan pemotretan untuk kampanye koleksi jenama riasan miliknya King Kylie Collection dengan memakai mahkota karya perancang aksesoris Tanah Air, Rinaldy Yunardi.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Raisa mengunggah sejumlah foto kegiatannya di Paris, salah satunya saat menjadi tamu undangan di salah satu acara brand kosmetik kenamaan Dior.
Ardina Rasti memilih tampil apa adanya terutama dalam perawatan wajahnya yang tampak awet muda tidak melakukan prosedur treatment ekstrem.
Narasi dalam lagu Angin Malam milik Orkes Bada Isya berangkat dari potret sederhana sepasang kekasih yang mulai menyadari adanya absurditas dalam hubungan mereka.
Sabrina Carpenter bercerita tentang insiden jatuh ke kaktus saat syuting video musik "Manchild", yang kini membawanya meraih enam nominasi Grammy, termasuk kategori Best Music Video.
Video musik Santa Calus Is Comin' to Town menampilkan sentuhan magis dengan karakter utama Laufey dan kelinci kesayangannya, Mei Mei The Bunny yang menantikan kedatangan Sinterklas.
Konsep MV Bertemu 5000 Detik milik Titi DJ dan Thomas Djorghi berangkat dari ide sederhana tentang ajakan bertemu teman dan menikmati makanan bersama.
Video musik Mau Jadi Apa? memanfaatkan set area sawah sebagai salah satu latarnya dan memberikan visual yang menarik dengan berbagai elemen kejutan.
Band rock Jepang Radwimps merilis video klip untuk Hitsu Zetsu, salah satu lagu dari album terbaru mereka,Anew, yang sekarang sudah bisa didengarkan di seluruh dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved