Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI keroncong fenomenal, Indra Utami Tamsir, siap merilis single terbaru dalam rangka menyambut bulan Ramadan 2023.
Berjudul Bulan Ampunan, lagu ini terdengar istimewa karena selain dirilis bertepatan dengan bulan suci Ramadan, alunan musik single ini bernuansa pop tapi tetap memperlihatkan karakter keroncong.
"Meski musiknya pop, tapi tetap ada unsur keroncong yang menjadi ciri khas warna vokal saya,” ungkap Indra Utama Tamsir, yang kerap dipanggil Mbak IUT, melalui keterangannya, Selasa (21/3).
Baca juga : Hiduplah Sebelum Mati, Lagu Religi Pertama Kunto Aji
Lirik Bulan Ampunan ditulis IUT selama tiga hari. Berkisah tentang keindahan dan kesenangan umat muslim menyambut datangnya Ramadan, bulan yang dijanjikan Allah SWT penuh dengan ampunan.
Dalam proses pengerjaan single religi ini, ada sesuatu yang menarik.
IUT mengaku memiliki sebait lirik yang sangat menyentuh kalbunya yakni 'Amal cuma seujung kuku, tak sepadan dengan dosaku'.
Kata-kata ini tersimpan lama dalam benak IUT. Itu ditemukannya pertama kali saat tengah berbagi dengan kaum duafa. Ketika itu, jumlah donasi yang disediakannya tak sebanyak dengan jumlah yang hadir.
Baca juga : Apa Boleh Mendengarkan Musik di Bulan Ramdan? Ini Jawabannya
”Dalam hati saya malu sekali. Punya amalan sedikit, tapi menyimpan dosa saya yang sudah menggunung,” ujar perempuan kelahiran 16 Juli dan berbintang Cancer ini.
IUT juga menyebut lirik lagu Bulan Ampunan adalah cerminan dan harapan seluruh umat muslim, yang mencari, menunggu, dan sangat berharap di bulan Ramadan bisa mendapatkan malam ampunan. "Atau biasa disebut malam seribu bulan,” ujar IUT.
IUT mengaku saat rekaman lagu Bulan Ampunan tanpa kesulitan. Ia hanya melakukan take sebanyak tiga kali. Pada take ketiga, ia bernyanyi tanpa henti seperti bernyanyi live show.
Baca juga : Ini Deretan Lagu yang Cocok untuk Diputar Selama Ramadan
“Saya kayak trance, terasa masuk utuh ke dalam syair lagu dan seperti memohon betul kemurahan ampunan Allah SWT!” ujar IUT yang pernah meraih predikat Penyanyi Keroncong Terbaik versi AMI Award 2013 dan mendapat julukan The Next Waljinah.
Untuk musik lagu Bulan Ampunan ini digarap oleh Budi Tandang, musisi kreatif dan genius yang selama ini selalu membantu IUT dalam menciptakan lagu.
Menurut Budi, musik untuk lagu religi IUT sengaja digarapnya tidak mainstream seperti layaknya musik Islami yang bernada musik Arab ataupun terdengar seperti qasidahan.
Baca juga : Peduli Masyarakat Di Bulan Ramadan, KLHK Bagikan 2.600 Paket Sembako
Budi menggarap lagu ini dalam balutan musik pop yang dikolaborasikan dengan beberapa alat musik seperti saxsophone, suling, gitar, bass, dan lain-lain.
“Sementara itu, saya membiarkan IUT bernyanyi dengan karakter keroncong yang menjadi ciri khasnya, dan ia berhasil menyanyikannya dengan tepat!” ujar Budi Tandang.
Lagu Bulan Ampunan sudah bisa disimak pada semua platform music digital dan video klipnya sudah tayang di channel Youtube indrautamitamsirofficial.com.
Baca juga : Salat Jumat di Al-Aqsa Yerusalem Dibayangi Perang Gaza
Seperti diketahui, IUT telah berjaya cukup lama di jagat musik keroncong langgam Jawa.
IUT pernah merilis empat album keroncong yakni Pengantin Agung (2012), Nggayuh Katresnan (2013), Wanita (2016), dan Karangan Bunga Dari Selatan (2018).
IUT juga pernah menggelar konser Langgam Jawa Keroncong Mini Concert (2014) dan Langgam Untuk Dunia (2015).
Dalam hal menulis dan merilis lagu religi, ini bukan pertama bagi IUT dan Budi. Pada Ramadan 2022 lalu, keduanya menciptakan lagu keroncong religi kontemporer berjudul Syair Bertasbih.
Kini, lewat lagu Bulan Ampunan, IUT menaruh harapan, agar setiap muslim yang menunggu bulan Ramadan bisa bersama-sama kembali menjadi fitrah. (RO/S-2)
Marcell Siahaan merilis lagu religi “Menuju Cahaya” yang terinspirasi konsep Tazkiyatun Nafs dan ayat-ayat Al-Quran.
Pemenang AMI Awards 2023 Amora Lemos menyambut Ramadan 1447 H dengan merilis proyek religi “Medley Sholawat” dan tampil anggun saat salat tarawih perdana di Jakarta.
Single Rejeki Jalur Langit merupakan hasil kolaborasi Bonzor bersama Ustaz Derry Sulaiman dan Dodi Kangen Band.
Terinspirasi dari pengalaman pribadi dan refleksi diri, lagu religi dari Maulana Ardiansyah itu hadir sebagai pengingat bagi siapa saja yang terkadang lalai dalam menunaikan salat.
Lagu terbaru Vagetoz yang berjudul Manusia Berhati Mulia berisi pujian terhadap Rasulullah SAW.
Lagu ini mengisahkan kesadaran seseorang akan kelemahan imannya dan penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat, serta permohonan ampun kepada Tuhan.
Survei mengungkapkan lebih dari 70% responden kelas menengah Asia merasakan kecemasan soal kesejahtaraan finansial yang menghambat perencanaan jangka panjang
Tema Ramadan sebagai bulan kemanusiaan dipilih untuk menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga penguatan kepedulian sosial.
Sampah organik rumah tangga didominasi oleh sampah dapur dan sisa makanan saat berbuka puasa maupun sahur
MENJELANG Hari Raya Idul Fitri, pusat perbelanjaan mulai menghadirkan berbagai program tematik untuk menarik pengunjung sekaligus memfasilitasi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Menko Muhaimin menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi nasional dalam penanggulangan kemiskinan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved