Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Sutradara Garin Nugroho menggarap film musikal terbaru bertajuk “Melodrama” yang akan tayang pada 2023.
"Melodrama" akan mempertunjukkan sejarah perfilman dan musik Indonesia dari tahun kemerdekaan sampai dengan saat ini.
“Ini adalah film musikal pertama saya. Yang membuatnya jadi menarik adalah saya membawa tema dengan latar belakang sejarah sinema Indonesia, menceritakan sejarah para seniman melalui koreografi dan lagu/musik," ujar sutradara terbaik Festival Film Indonesia 2019 itu dalam keterangan resmi, Jumat (30/9).
“Melodrama” berkisah tentang Layar, bintang film populer yang merasa bosan dengan kariernya dan ingin membuat teater musikal berlatar sejarah keluarga yang senantiasa berkait sejarah film Indonesia.
Layar berproses membuat karya, menjadikannya berimaginasi dalam sosok karakter beragam, dari buyut, kakek, hingga ayah. Seluruh kisah ini dituturkan lewat narasi berbasis buku harian, surat cinta, foto-foto, dokumenter, hingga artefak dan lagu-lagu yang membawa Layar ke berbagai era sejarah film Indonesia dalam atmosfer musikal.
Dalam film “Melodrama”, Garin Nugroho mengumpulkan berbagai bakat tanah air di depan maupun belakang layar.
Untuk koreografi, ada Eko Supriyanto, penari dan koreografer yang telah dikenal dunia.
Produser musik film ini adalah Ricky Lionardi, seorang komponis, penata musik, dan produser musik lulusan Berklee College of Music sebagai Magna Cum Laude di tahun 2003.
Ia menerima penghargaan sebagai Penata Musik Terpuji pada Festival Film Bandung 2016, setelah mendapatkan nominasi yang sama sebagai Penata Musik Terbaik di Piala Maya 2013, Festival Film Indonesia 2010, dan Festival Film Bandung 2007.
Sementara itu, Faizal Lubis ditunjuk sebagai pengarah musik. Faizal sebelumnya pernah bekerja sama dengan Garin Nugroho sebagai Music Director.
Bermusik sejak usai muda, Faizal Lubis memulai karir bermusiknya dengan tampil di beberapa cafe di Jakarta dengan Musisi Ireng Maulana di Ireng Maulana All Star dan Ireng Maulana & Friends.
Pada acara Jakjazz 2006, Faizal ikut serta sebagai pemain keyboard mengiringi penyanyi Amerika Phil Perry.
Film ini diharapkan Garin bisa ditonton berbagai lapisan umur untuk mengetahui betapa menariknya sejarah budaya populer Indonesia.
"Mereka bisa melihat banyak dimensi dari apa yang terjadi di sejarah budaya populer kita melalui kisah-kisah cinta yang melodrama," kata Garin.
Ricky Lionardi memberikan gambaran seperti apa musik yang bakal ditampilkan di film musikal bertema sejarah populer Indonesia ini.
“Untuk mendukung visi dari mas Garin, kami memilih lagu-lagu yang menggambarkan budaya populer Indonesia, sekaligus juga mencerminkan kualitas karya anak bangsa dari masa ke masa. Lagu-lagu yang ada dipastikan adalah lagu-lagu yang tak lekang oleh waktu dan masih familiar untuk generasi sekarang," papar Ricky.
Proses syuting “Melodrama” telah dimulai di Semarang dan Yogyakarta. (Ant/OL-12)
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Bukan sekadar horor, pertunjukkan juga memasukkan unsur edukasi di dalamnya
Film ini menjadi penanda bagaimana Miles Films berusaha menjaga salah satu kisah paling ikonis di perfilman Indonesia, tetapi kali ini dengan wajah-wajah baru
Pengin Hijrah bakal dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 23-24 Agustus 2025.
Bekerja sama dengan beberapa tokoh seni dan budayawan terkemuka, Yayasan Prima Ardian Tana pernah membawa misi kebudayaan Indonesia, khususnya Cirebon ke Yunani, Korea, dan Singapura.
Drama musikal ini melibatkan 50 anak binaan untuk membawakan kisah perjuangan meraih mimpi di tengah keterbatasan.
Sebagian besar produksi film Pengin Hijrah dilakukan di tiga kota di Uzbekistan. Toshkent, Samarkan, dan Bukhara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved