Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SAL Priadi, Lomba Sihir, hingga Bottlesmoker membawakan lagu-lagu Sajama Cut dalam album You Can Be Anyone You Want - A Tribute to Sajama Cut.
Sebanyak 30 musisi dan band tanah air ambil bagian dalam album tribut untuk Sajama Cut itu. Bukan hanya musisi lintas generasi, You Can Be Anyone You Want juga berisi band-band beragam genre.
Dari band indie rock Jakarta seperti Polka Wars, unit city pop Ikkubaru, penyanyi/gitaris delta blues Adrian Adioetomo, hingga grup post punk Surabaya Cotswolds membawakan ulang karya-karya Sajama Cut pilihan mereka, baik dari album resmi hingga demo.
Baca juga: Malam Ini, IM3 Persembahkan Konser Kemerdekaan Menjadi Indonesia
You Can Be Anyone You Want menjadi bukti bahwa Sajama Cut sedikit-banyak punya pengaruh dalam scene musik Indonesia, terlebih pada ranah independen.
"The Osaka Journals adalah album yang menjadi soundtrack melihat langit-langit kamar sebelum tidur. Mendengarkan TOJ, bukan cuma nostalgia pada Sajama Cut aja, tapi hal hal yang terjadi di masa itu. Mesin waktu via kaset," kata Adit, personel Ghost Fever, band pengisi album tribute tersebut.
"Gue sangat gembira bisa jadi bagian dalam tribute to Sajama. Karena bisa merepresentasikan lagu mereka dalam bentuk yang baru (dan aneh). Juga bisa menjalin pertemanan dengan semua musisi yang ada di proyek ini. Sebuah kehormatan dan kesenangan level Yonkou," lanjutnya.
Sementara Sal Priadi, pengisi lainnya, berkata, "Selain lagunya, yang paling gua kagumi - adalah gimana mereka mempresentasikan karya mereka, lewat artwork, video, packaging, dan bentuk visual lainnya. Gua belajar banyak dari Sajama tentang hal ini."
Marcel Thee, vokalis, penulis lagu, dan satu-satunya personel asli Sajama Cut yang tersisa menambahkan, "Kalau gue boleh sedikit besar hati, ini bukti nyata bahwa musik Sajama Cut tidak terkungkung waktu dan aliran musik. Itu sesuatu yang membanggakan, khususnya ketika ada orang yang bermain musik karena salah satunya terpengaruh kita, tapi musiknya beda sama sekali dari Sajama Cut."
Namun, Marcel menilai album ini lebih dari sekedar "penghargaan" dari para band pengisinya.
“Buat gue, ini bukan sekedar sebuah tribute, tapi lebih seperti sebuah ‘perbincangan’ atau kolaborasi antara Sajama Cut dengan musisi-musisi ini, yang berasal dari genre dan generasi yang berbeda," jelasnya.
Ucapan Marcel ada benarnya. Sebab, para musisi di album ini adalah seniman-seniman yang digemari oleh personel Sajama Cut juga - seperti yang terlihat di caption post Instagram @sajama_cut soal masing-masing band pengisi album tersebut yang penuh dengan pujian.
Dalam beberapa hari terakhir, social media Sajama Cut telah menjalankan campaign teaser yang intens dan menarik perhatian. Kampanye ini dibantu oleh Anindito Ariwandono dari label independen Orange Cliff Records.
Album tribute You Can Be Anyone You Want akan segera dirilis dalam format double CD oleh DSSTR Records bekerja sama dengan Oblivion Records pada 3 September 2022. Artwork album ini adalah karya seniman kolase M Rifqi “Destroy Stairs”.
Untuk merayakan perilisan You Can Be Anyone You Want, Sajama Cut akan menggelar showcase di Bandung pada 3 September dengan band-band pembuka Nearcrush, Polyester Embassy, Ikkubaru, dan Muchos Libres, serta menyusul di Jakarta.
Double CD You Can Be Anyone You Want akan dijual untuk pertama kalinya di Bandung, dengan perilisan digital yang masih akan diumumkan nanti. (RO/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Charli XCX menceritakan bagaimana latar belakang ras campurannya memengaruhi proses kreatif album Brat.
MEMASUKI tahun ke-28 bersama, Padi Reborn yang kini digawangi Fadly (vokal), Yoyo (drum), Piyu (gitar), Ari (gitar), dan Rindra (bas) masih tetap aktif berkarya di dunia musik.
PENYANYI-penulis lagu asal Amerika, David Archuleta merilis lewat album musik mini terbarunya, Earthly Delights
RAPPER asal Thailand, Milli, yang pernah mencatat sejarah sebagai artis Thailand pertama yang tampil di panggung utama Coachella 2022, merilis album terbaru bertajuk Heavyweight.
SETELAH sukses dengan album Nelangsa Pasar Turi lewat berbagai medium termasuk rilisan digital, fisik, hingga tur konser, Bilal Indrajaya kini kembali mempersembahkan karya terbaru.
SEBAGAI seorang gitaris yang tumbuh kembang dalam naungan musik jazz dan rock, Mikail Al Rabbdia resmi merilis single berjudul Wind Run pada hari Rabu (26/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved