Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CHARLI XCX mengungkap bagaimana identitas ras campurannya berperan besar dalam proses kreatif album Brat yang memecahkan rekor. Dalam wawancara dengan rapper Swedia Yung Lean untuk edisi Winter 2025 majalah Dazed, Charli, 33, berbicara terbuka tentang pengalaman tumbuh sebagai perempuan berdarah campuran dan bagaimana hal itu memengaruhi dirinya sebagai musisi.
Charli, dibesarkan di Inggris oleh ayah berdarah Skotlandia dan ibu asal India. Ia mengatakan terbiasa merasa seperti orang luar. “Saya tidak pernah merasa diterima di mana pun, baik di sekolah karena saya setengah India dan tidak berambut pirang, atau tidak sepenuhnya terhubung dengan sisi India saya karena saya setengah kulit putih,” ujarnya. “Ada perasaan aneh dan tercerabut, seperti saya tidak bisa benar-benar masuk ke salah satu tempat.”
Ia juga mengaitkan perasaan tersebut dengan perjalanan musiknya. “Lalu dalam musik, saya berada di luar arus utama dan ingin berada di dunia itu, tapi juga sangat ingin menolaknya. Itu menciptakan campuran yang memungkinkan saya membuat Brat,” ucapnya. “Saya merasa dulu sangat takut. Bukan sejak 2016 sebenarnya, tapi sebelumnya saya sangat takut.”
Pemilik nama lengkap Charlotte Aitchison itu lahir dari pasangan Jon dan Shameera Aitchison. Meski orangtuanya merupakan pendukung terbesar, ia sering membahas tantangan tumbuh dengan orang tua berbeda ras. Kepada Vogue Singapore pada 2024, ia menggambarkan hidupnya seperti “dua setengah kehidupan”.
“Ketika saya mengunjungi keluarga ibu saya, saya merasa sangat India,” katanya. “Ada adegan klasik nenek dan kakek memasak dengan film Bollywood diputar di latar belakang dan semua orang berbicara dalam bahasa Gujarati.” Namun ketika kembali ke rumah, ia hidup di lingkungan yang sebagian besar kulit putih. “Saya tidak pernah merasa cocok sepenuhnya di salah satu dunia.”
Dalam wawancara dengan GQ pada 2024, ia mengakui bahwa dirinya “selalu merasa seperti pecundang” di sekolah. “Sekolah saya penuh dengan gadis-gadis pirang, dan saya adalah gadis setengah India dengan rambut keriting dan minat yang berbeda,” ujarnya.
Salah satu lagu viral di Brat, “Apple”, menggambarkan hubungannya dengan orangtua. Lirik seperti, “Sepertinya apel tidak jatuh jauh dari pohonnya... Feels like you never understand me,” menunjukkan dinamika yang ia sebut sebagai hubungan “lengket”.
Charli juga mengatakan setelah merilis Brat, ia merasa “tidak terinspirasi oleh musik” dan tidak lagi “bernafsu mempelajari musik baru”. Ia hanya mendengarkan sedikit artis, termasuk Yung Lean, Sophie, AG Cook, Bladee, dan suaminya, George Daniel dari The 1975. “Musik tidak pernah benar-benar menginspirasi saya,” katanya. “Saya selalu lebih terinspirasi film.”
Saat ini, Charli terlibat dalam tujuh proyek film mendatang, termasuk 100 Nights of Hero (2025), Sacrifice (2025), Erupcja (2025), Faces of Death, I Want Your Sex, The Gallerist, dan The Moment (2026). The Moment, sebuah mockumentary, mengikuti kehidupan seorang bintang pop global dalam tur utamanya. Charli memerankan versi fiksional dirinya, sekaligus menyindir era Brat. (People/Z-2)
Awalnya berasal dari nama album Charli yang berhasil menduduki nomor satu, Brat telah berkembang menjadi gerakan budaya, dengan banyak orang mengadopsi gaya hidup yang berandal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved