Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH dikaruniai anak pertama, enam tahun lalu, aktris Eriska Rein merasakan lagi bagaimana serunya mengurus bayi.
Anak kedua, yang baru lahir dua bulan lalu, harus diurus di tengah pandemi covid-19 yang membuat segala aktivitas di dunia menjadi berubah sehingga cara mengurus anak juga sedikit dimodifikasi.
Eriska mengakui ia menjadi lebih khawatir untuk keluar rumah saat mengurus putri kecilnya.
"Sekarang lebih mikir-mikir lagi kalau mau ke luar," kata Eriska, dikutip Selasa (26/7).
Baca juga: Ini Rahasia Tubuh Bugar Reza Artamevia
Ia mengenang bedanya mengurus anak pada masa sebelum covid-19. Aktivitas ke luar rumah bisa dilakukan secara bebas tanpa waswas terinfeksi virus. Saat mengajak anak jalan-jalan di dekat, ia lebih membutuhkan banyak perlengkapan untuk menjaga kebersihan.
Hal lain yang berbeda adalah metode menjemur bayi. Ketika baru dikaruniai putra pertama, seperti orangtua pada umumnya, Eriska menjemur bayi sejenak di luar rumah di pagi hari agar tubuh memproduksi vitamin D.
Si adik saat ini juga tetap melewati rutinitas ini, tetapi Eriska enggan untuk membawanya ke luar rumah.
"Sekarang aku jemur tapi indoor. Di ruangan yang ada jendela besar, katanya sembari tersenyum kecil.
Perbedaan jenis kelamin anak ternyata mempengaruhi juga kondisi kehamilannya. Diakui Eriska, saat hamil ia menjadi lebih manja dan kerap mengalami mual. Kala mengandung anak pertama, dia cenderung lebih cuek dan jarang merasakan mual.
Pengalaman baru yang dirasakan bukan cuma soal mengurus anak perempuan, tapi juga dari soal proses melahirkan. Saat melahirkan anak pertama, Eriska menjalani persalinan normal. Dia sudah bersiap menjalani proses yang sama untuk anak kedua. Namun, rencana itu berubah menjadi operasi caesar karena janinnya terlilit tali pusar.
"Hatinya sudah siap lahir normal tapi ternyata aku dapat pengalaman baru," ujar dia.
Eriska kini merasakan jadi ibu dari anak laki-laki dan perempuan. Sebelum mempersiapkan kelahiran putrinya, pemeran Teka-teki Tika itu sempat mencari-cari perlengkapan bayi yang masih disimpan dan bisa digunakan kembali. Namun, untuk urusan pakaian bayi, dia harus kembali berbelanja baju baru.
"Soalnya gendernya juga berbeda dan anakku yang pertama kan sudah enam tahun," kata aktris kelahiran 3 Juni 1994 itu.
Persiapan lainnya adalah membeli kereta bayi yang praktis untuk bepergian, apalagi kini dia sudah memiliki dua anak.
"Sama suami, aku sudah mikirin stoller yang mudah dibawa ke kabin pesawat," ujarnya. (Ant/OL-1)
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved