Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN selebritas Baim Wong dan Paula Verhoeven menekankan pentingnya menyaring informasi yang baik dalam belajar menjadi orangtua saat membesarkan kedua buah hati mereka.
"Kita harus lebih aktif mencari informasi (dalam merawat anak), tapi saring juga informasinya. Maksimalkan apa yang kita tahu dan punya biar hasilnya optimal," kata Paula dalam webinar, Kamis (17/2).
Baim menimpali, pasangan itu berusaha mencari informasi dari orang-orang yang terpercaya seperti pakar atau dokter agar informasi yang disampaikan akurat.
Baca juga: Raffi Ahmad Optimistis Kreator Konten Bisa Sukses dengan Kearifan Lokal
Sebagai orangtua yang anaknya masih dalam proses tumbuh kembang, Baim dan Paula menyeimbangkan aktivitas untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama buah hati.
Di tengah aktivitasnya, Baim berusaha berinteraksi dengan anak pada pagi hari dan sebelum tidur.
Di sisi lain, Paula berusaha meminimalkan aktivitas di luar rumah karena perhatiannya semakin tersita dengan kehadiran anak kedua.
"Kalau kesibukan di rumah, sebisa mungkin ada waktu buat mereka kalau harus kerja kebanyakan di rumah. Kalau pergi ke luar diusahakan cuma sebentar saja," ujar Paula.
Sebagai orangtua, baik Paula maupun Baim mengaku tidak pernah berhenti belajar sebagai orangtua. Sebab, tantangan yang dihadapi orangtua kian bervariasi seiring perkembangan anak.
"Misalnya, sudah potty training tapi ada momen enggak mau pup >dan pipis di toilet, aku selalu cari tahu bagaimana biar tumbuh kembang anak baik dan maksimal, harus belajar terus," ujar Paula.
Hal penting lainnya adalah menyeragamkan pola asuh kepada orang-orang terdekat agar tercipta konsistensi.
Menurut Paula, dia memberikan pengertian kepada orang-orang yang dekat dan kerap berinteraksi dengan buah hatinya agar bisa menanamkan nilai-nilai yang sama.
Di tengah pandemi covid-19, pasangan ini mencari solusi yang bisa dilakukan secara praktis tanpa harus ke luar rumah untuk urusan anak, termasuk posyandu daring.
"Jadi kita masih bisa pantau kesehatan anak dari rumah, kesehatan itu investasi utama," katanya. (Ant/OL-1)
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog ingatkan bahaya algoritma media sosial yang picu ketergantungan dan perilaku konsumtif pada remaja. Simak cara mengatasinya di sini.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved