Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik Daun Jatuh merilis lagu terbarumereka bertajuk Malang, yang menjadi cara mengungkapkan sebuah perasaan rindu.
Ini menjadi single ketiga dari Daun Jatuh sejak bergabung dengan label rekaman Warner Music Indonesia pada 2021.
Meski awalnya terinspirasi dari nama Kota Malang, lagu itu sebenarnya mengisahkan kerinduan seseorang terhadap sosok yang pernah hadir di hidupnya dengan kondisi keduanya kini tidak lagi bersama.
Baca juga: Ants From Up There, Album Kedua Black Country, New Road
"Yang lebih menyakitkan lagi, mereka berdua sama-sama tidak tahu alasan apa yang membuat mereka tidak dapat menjalin hubungan yang lebih lanjut lagi. Hanya takdir yang belum tepat saja," kata vokalis sekaligus penulis lagu Malang, Verrel Alvirizky, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (6/2).
Tetap mempertahankan lagu- lagu dengan lirik puitis, grup bergenre folk-pop itu mengungkap inspirasi lagu terbaru itu berasal dari sebuah puisi yang memang dibuat oleh Verrel.
Ia mengungkap kerinduannya pada kota tempatnya berkuliah yaitu Malang yang harus terpisah karena kondisi pandemi.
Malang disempurnakan dengan bantuan produser Ibnu Dian, yang berasal dari grup Matter Halo.
Berdurasi hampir 5 menit, lagu ini dibuka dengan petikan gitar akustik dan tambahan suara-suara alam seperti angin.
Paduan keseluruhannya itu membuat Malang menjadi lagu yang terdengar intim, hangat, dan dilengkapi dengan lirik puitis yang memberikan pesan yang menenangkan untuk pendengarnya.
"Siapakah yang harus kusalahkan, dengan semua terjadinya ini. Bukan salahku dan bukan salahmu juga. Hanya takdir yang belum tepat," secuplik lirik di reff lagu tersebut.
"Harapan kami, semoga lagu ini bisa mewakilkan rasa rindu seseorang dan semoga lagu ini menjadi langkah awal yang baik untuk kami di tahun ini," ujar pemain gitaris akustik Daun Jatuh Mufti.
Selain lagu, video klip Malang juga akan dirilis bersamaan pada Jumat (5/2) ini dan mengambil lokasi di Kota Malang.
Proses pengambilan gambar berlangsung selama beberapa hari dan berjalan lancar dengan protokol kesehatan yang ketat.
Penggemar Daun Jatuh atau yang disebut Hamparan Hija sudah bisa menikmati MV tersebut di kanal Youtube Daun Jatuh. Lagunya juga sudah bisa didengar di seluruh digital streaming platform favorit di Tanah Air.
Sebelumnya, Daun Jatuh telah merilis Tak Selaras dan Momen, yang mendapatkan respon baik dari para penggemarnya.
Video Musik Momen di Youtube sudah ditonton sebanyak 794 ribu, sementara musik video Tak Selaras sudah ditonton lebih dari 499 ribu kali. (Ant/OL-1)
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Yuks nyanyi lagu Tuk Singgah. Ini lirik lagu hasil kolaborasi Daun Jatuh dengan Prilly Latuconsina.
Prilly Latuconsina sempat menui teguran ayahnya yang merasa lirik "Tuk Singgah", mencerminkan kerentanan hatinya.
Prilly Latuconsina berkolaborasi dengan band pop folk, Daun Jatuh, dalam lagu "Tuk Singgah," yang mengisahkan tantangan berkomitmen dalam hubungan cinta.
Lagu Semoga Masih Ada Waktu menghadirkan kembali ciri khas Daun Jatuh yaitu lirik puitis dan bernuasa sendu dikemas dalam durasi 3 menit 56 detik.
Lagu Kini dibalut dengan nuansa yang beragam yaitu full version, stripped down, instrumental, dan stripped down instrumental. Seluruhnya dirancang untuk dapat dinikmati di waktu senja.
Mini album kedua dari Daun Jatuh itu memiliki enam lagu yang masing-masing menggambarkan sifat utama dari bunga seruni dengan tetap menonjolkan kekhasan nada-nada folk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved