Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TORO y Moi alias Chaz Bear telah mengumumkan album terbarunya, Mahal, yang siap dirilis pada 29 April 2022 mendatang melalui label musik Dead Oceans.
Menampilkan 13 lagu, proyek terbaru dari musisi asal Amerika Serikat (AS) tersebut menjadi album ke-7 dalam katalog Chaz dengan nama panggung Toro y Moi.
Bersamaan dengan pengumuman itu, Toro y Moi melepas dua single dan video musik baru, Postman dan Magazine, yang diambil dari album terbarunya mendatang.
Baca juga: Tantangan The Overtunes Setelah Jadi Band Indie
Album Mahal menjadi proyek musik paling berani dan memukau dari Chaz Bear. Mengusung beragam genre dan sound — termasuk rock psychedelic dekade 1960an dan 1970an serta mod-post-rock 1990an dengan sound yang airy — membawa semua pendengarnya ke sebuah ekspedisi audio seakan-akan mereka sedang menaiki kendaraan khas Filipina, Jeepney, milik Chaz yang ditampilkan di sampul album Mahal.
Album Mahal merupakan sebuah experience ala Toro y Moi yang khas, di mana semua esensi karya-karya Toro y Moi sebelumnya bersatu padu sambil terus menciptakan jalur baru yang hanya Chaz dapat lakukan.
Video musik Postman disutradarai Kid. Studio dan menampilkan Toro serta teman-temannya menjelajahi kota San Francisco yang penuh warna sambil menaiki jeepney miliknya.
Sementara itu, video klip Magazine, yang disutradarai Arlington Lowell menampilkan Toro dan Salami Rose Joe Louis — yang menyumbangkan vokalnya di lagu ini — berpakaian mencolok di sebuah studio foto, dipadukan dengan grafs penuh warna dan editan video yang playful.
Mahal menjadi karya terbaru dari karier gemilang Chaz yang merupakan salah satu musisi paling berpengaruh di dekade ini.
Perilisan album pop elektronik miliknya, Causers of This, pada 2009 dan karya-karya yang ia lepas setelahnya dengan konsisten mengubah persepsi kita akan sound khas Toro y Moi.
Namun tidak secuil pun dari karya-karya Chaz sebelumnya yang akan mempersiapkan kita semua untuk perjalanan penuh groove yang ia siap tampilkan di album paling eklektiknya, Mahal.
“Aku ingin membuat sebuah album yang menampilkan lebih banyak musisi dari album-album milikku sebelumnya,” ujar Toro y Moi. “Mereka yang tampil secara live di album ini membuatku merasa lebih bijaksana.” Hasil akhirnya adalah sebuah album yang kaya dan penuh kejutan."
Album Mahal dan single-single terbaru Toro y Moi dirilis setelah album 2019-nya, Outer Space’, yang dideskripsikan Pitchfork sebagai “salah satu album terbaiknya selama bertahun-tahun”, dan nominasi penghargaan Grammy yang Toro y Moi terima untuk kolaborasinya dengan Flume di lagu The Diference yang juga ditampilkan di kampanye global produk Airpods Apple.
Dua single terbaru dari Toro y Moi menjadi rilisan pertamanya sejak bergabung dengan label musik Dead Oceans dari Secretly Group.
Dead Oceans adalah sebuah label musik independen yang dibentuk pada 2007 dan menampilkan musisi-musisi ternama seperti Japanese Breakfast, Khruangbin, Phoebe Bridgers, Bright Eyes, Mitski, Slowdive dan sebagainya.
Toro y Moi adalah proyek dari Chaz Bear yang dibesarkan di South Carolina dan saat ini berbasis di San Francisco Bay Area.
Setelah krisis ekonomi global 2008, Toro y Moi muncul sebagai sosok yang memimpin subgenre chillwave yang masih mempengaruhi karya-karya banyak musisi hingga hari ini.
Selama satu dekade selanjutnya, karya musik dan desain grafs dari Toro y Moi telah menorehkan berbagai pencapaian.
Lewat 9 album (6 album studio, 1 album live, kompilasi dan mixtape) bersama label Carpark, Toro y Moi telah mengeksplorasi genre psych-rock, deep house, UK hip-hop; R&B dan sebagainya tanpa menghilangkan sentuhan khas Toro y Moi miliknya.
Sebagai seorang desainer grafs, Chaz telah berkolaborasi dengan brand-brand seperti Nike, Dublab, dan Vans. Sebagai seorang penulis lagu dan produser, ia telah berkolaborasi dengan musisi-musisi lain termasuk Tyler, The Creator, Flume, Travis Scott, HAIM, dan Caroline Polachek. (RO/OL-1)
Charli XCX menceritakan bagaimana latar belakang ras campurannya memengaruhi proses kreatif album Brat.
MEMASUKI tahun ke-28 bersama, Padi Reborn yang kini digawangi Fadly (vokal), Yoyo (drum), Piyu (gitar), Ari (gitar), dan Rindra (bas) masih tetap aktif berkarya di dunia musik.
PENYANYI-penulis lagu asal Amerika, David Archuleta merilis lewat album musik mini terbarunya, Earthly Delights
RAPPER asal Thailand, Milli, yang pernah mencatat sejarah sebagai artis Thailand pertama yang tampil di panggung utama Coachella 2022, merilis album terbaru bertajuk Heavyweight.
SETELAH sukses dengan album Nelangsa Pasar Turi lewat berbagai medium termasuk rilisan digital, fisik, hingga tur konser, Bilal Indrajaya kini kembali mempersembahkan karya terbaru.
SEBAGAI seorang gitaris yang tumbuh kembang dalam naungan musik jazz dan rock, Mikail Al Rabbdia resmi merilis single berjudul Wind Run pada hari Rabu (26/3).
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved