Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Nobar Gundala, Sri Mulyani Mengaku Bak Melihat Marvel Indonesia

Akmal Fauzi
03/9/2019 06:15
Nobar Gundala, Sri Mulyani Mengaku Bak Melihat Marvel Indonesia
Sri Mulyani (tengah) saat nonton bareng film Gundala(MI/Akmal Fauzi)

MENTERI Keuangan Sri Mulyani nonton bareng Film Gundala bersama kelompok generasi milenial di Epicentrum XXI, Jakarta. Dia mengapresiasi film yang disutradarai Joko Anwar itu.

Dia menjelaskan, alur cerita film Gundala bukan hanya menyajikan cerita action di dalamnya. Namun, ada pesan soal kepedulian terhadap masyarakat.

“Ada pesan moral tentang kepedulian. Anda bisa hidup dengan pilihan peduli atau tidak. Yang berprikemanusiaan memiliki kepedulian dari panggilan hati,” kata Sri Mulyani, Senin (2/9) malam.

Menurutnya, sajian film Gundala dengan karakter superhero patut diapresiasi dan didukung.

Dia berharap film-film superhero Indonesia dapat diterima dengan baik di negeri sendiri, bahkan bila memungkinkan di negara lain.

”Yang senang tadi, kaya ngeliat Marvel-nya Indonesia. Kalau Indonesia kita lebih tegang ya karena kita ngerti bahasanya. Perasaannya lebih tegang. Actionnya, fightingnya,” jelasnya

Baca juga: Tara Basro Sebut Dirinya Berbeda dengan Karakter di Gundala

Film Gundala yang disutradarai Joko Anwar ini merupakan film pertama dari Jagat Sinema BumiLangit (JSB) Jilid 1. Berikutnya akan ada tujuh film yang rilis dalam kurun waktu enam tahun ke depan hingga 2025.

Karakter Gundala diadaptasi dari seri komik Gundala Putra Petir (1969-1982) karya Haraya Suraminata alias Hasmi. Ia diceritakan sebagai insinyur bernama Sancaka yang berambisi mencari serum anti petir.

Hadir dalam nonton bareng itu, salah satu Executive Producer Jagat Sinema Bumilangit, Erick Thohir.

Menurutnya, saat ini, sudah saatnya film-film Indonesia bisa bersaing di kancah Internasional.

“Sudah saatnya kita bisa bersaing apalagi alhamdulillah film Gundala ini diterima di Festival Film Toronto. Itu sebuah kebanggaan,” jelasnya.

Dia juga mengajak peran kreator muda Indonesia untuk menampilkan kemampuan mereka di film Indonesia khususnya film superhero.

“Dan tentu ini peran dari pada kreator muda Indonesia dan tentu fasilitas yang mendukung dan sekarang eranya keterbukaan yang mau tidak mau kita harus mengembangkan diri sehingga tentu apresiaisi,” ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya