Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BUMI sudah kita kenal, bagaimana dengan Mars?
Selama lebih dari satu abad, manusia telah mempelajari interior Bumi. Kita tahu lapisannya terdiri dari kerak, mantel, inti luar cair, dan inti dalam padat—bukan melalui penggalian, melainkan dengan metode seismik. Metode ini merekam respons material bawah permukaan terhadap gangguan, baik buatan (dinamit, palu) maupun alami (gempa bumi).
Struktur dinamis Bumi, dengan konveksi di mantel dan pergerakan lempeng tektonik, menjelaskan fenomena seperti gempa dan vulkanisme. Namun, bagaimana dengan Mars?
Mars, planet terestrial berjuluk "planet merah" akibat kandungan besi oksida di permukaannya. Sebagai planet yang juga berbatu dan dekat dengan bumi, Apakah interior Mars mirip Bumi? Adakah aktivitas geologi saat ini? Mungkinkah manusia hidup di sana?

Misi InSight (Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport) dirancang untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui tiga instrumen utama:
Instrumen tersebut mendarat di Mars dan mengukur di satu stasiun. Serangkaian alat ini meluncur tanpa awak, artinya manusia tidak ikut mendarat di Mars. Misi ini telah berhenti beroperasi pada Desember 2022 karena solar-powrered baterai yang digunakan sudah kehabisan energi.
Selama 4 tahun operasi (2018–2022), InSight mencatat lebih dari 1.300 Marsquake, memberikan gambaran pertama tentang struktur dalam planet merah yang terdiri dari kerak, mantel, dan inti.

Data dari InSight secara tidak langsung mengungkap Mars sebagai planet "setengah hidup" tidak aktif seperti Bumi, tetapi masih menyimpan kejutan geologis. Terdapat potensi kehidupan mikroba di masa lalu dari bukti temuan air. Hingga saat ini, tidak cocok untuk ditinggali manusia karena keterbatasan air, suhu ekstrem, dan atmosfer yang tipis. (Z-2)
Berdasarkan rentang waktu yang ditetapkan, mereka berhasil menemukan 123 kawah baru dan 49 di antaranya cocok dengan gempa yang dideteksi seismometer.
Jika pembungkaman terus dibiarkan, kita berisiko melahirkan generasi bungkam. Apatis, enggan terlibat, dan tumbuh di negara yang mengaku demokratis.
Yang kita butuhkan adalah Pancasila yang hidup dalam setiap klik, setiap unggahan, dan setiap interaksi digital kita.
Kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam melindungi generasi muda dari krisis kesehatan mental yang kian mengkhawatirkan.
Ancaman sering jadi alat menguasai kekuasaan. Selanjutnya, kebebasan sipil dibatasi. Oposisi dilabeli sebagai musuh negara.
Penataan ulang tata ruang, penegakan hukum terhadap perusak lingkungan, serta pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan alam harus menjadi prioritas, bukan sekadar slogan.
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved