Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

ASDP Prediksi Separuh Jumlah Pemudik dari Sumatra Kembali ke Jawa Akhir Pekan ini

Ihfa Firdausya
27/3/2026 12:35
ASDP Prediksi Separuh Jumlah Pemudik dari Sumatra Kembali ke Jawa Akhir Pekan ini
Kapal penyeberangan ferry milik PT ASDP sedang berlabuh(Dok ASDP)

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sekitar 49% pemudik dari Sumatra telah kembali ke Pulau Jawa. Sisa lebih dari separuh jumlah pemudik diprediksi akan kembali pada puncak arus balik kedua pada 28–29 Maret 2026.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyebut kondisi saat ini sebagai fase konsolidasi menuju puncak arus balik. Pada fase ini, pergerakan yang sebelumnya tersebar mulai kembali terkonsentrasi.

“Arus balik tidak terjadi serentak, tetapi meningkat secara bertahap. Setelah sempat landai, pergerakan kini kembali menguat dan diproyeksikan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Karena itu, kami memastikan seluruh kesiapan operasional berada pada level optimal, sekaligus mengimbau masyarakat untuk menghindari periode puncak yang diperkirakan pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3),” ujar Heru dalam keterangan yang dikutip, Jumat (27/3).

Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang telah kembali ke Jawa pada periode 22–26 Maret 2026 hingga pukul 14.00 WIB (H hingga H+4) mencapai 444.223 orang. Jumlah itu sekitar 49% dari total penumpang saat arus mudik yang mencapai 898.864 orang.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 118.297 unit atau setara 49% dari total kendaraan saat mudik sebanyak 239.920 unit. Dengan masih adanya sekitar 51% pengguna jasa yang belum kembali, potensi lonjakan dalam waktu berdekatan menjadi perhatian utama.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP menerapkan pola operasi yang lebih adaptif, termasuk skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal saat terjadi kepadatan. Selain itu, pengendalian arus kendaraan diperkuat melalui sistem delaying dan pengalihan arus di sejumlah buffer zone strategis.

Di Merak, pengaturan dilakukan melalui Rest Area KM 43, KM 68, serta Jalan Lingkar Selatan (JLS). Sementara di Bakauheni, titik penyangga meliputi Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, guna memastikan distribusi kendaraan tetap terkendali dan tidak menumpuk di area pelabuhan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyebut pihaknya juga menghadirkan stimulus tarif untuk mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata. Salah satunya melalui diskon 100% tarif jasa Pelabuhan atau setara sekitar 21,9% dari total tarif penyeberangan.

Diskon itu berlaku di tujuh lintasan dan 14 pelabuhan selama periode 12–31 Maret 2026. Kebijakan tersebut berlaku bagi pejalan kaki dan kendaraan golongan II serta IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II untuk layanan express.

Selain itu, tarif tunggal di Bakauheni juga diberlakukan sejak 23 hingga 29 Maret 2026 untuk kendaraan golongan I hingga VIA.

“Untuk perjalanan yang lebih lancar, masyarakat diimbau membeli tiket lebih awal melalui Ferizy yang tersedia hingga H-60, menghindari calo, serta datang sesuai jadwal keberangkatan,” ujar Windy. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya