Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DIPERKIRAKAN lebih dari 143 juta orang akan melakukan perjalanan selama musim mudik Lebaran 2026, kondisi tersebut membuat pengelolaan arus lalu lintas dan keselamatan transportasi menjadi tantangan yang semakin kompleks.
Terkait itu dalam keterangan resminya hari ini Axis Communications, pemimpin global dalam teknologi video jaringan, sistem pemantauan real-time dan analitik cerdas semakin menjadi alat penting membantu otoritas menjaga kesadaran situasional dan merespons insiden dengan cepat selama periode perjalanan puncak.
Kementerian Perhubungan, memproyeksikan sekitar 143,91 juta orang, atau sekitar 50,6% dari populasi Indonesia, berpartisipasi dalam mudik Lebaran tahunan. Mobil pribadi diperkirakan tetap menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan dengan 76,24 juta pemudik, diikuti sepeda motor dengan 24,08 juta pemudik dan bus yang mengangkut 23,34 juta penumpang.
Besarnya skala pergerakan ini memerlukan pemantauan yang akurat pada kondisi jalan, pusat transportasi, dan sistem transportasi publik untuk memastikan arus lalu lintas tetap dapat dikelola.
Dalam keteranganya hari ini Country Manager Axis Communications Indonesia Johny Dermawan, mengutarakan, teknologi pemantauan telah menjadi komponen penting dalam membantu pemangku kebijakan dan operator mengelola mobilitas selama periode lalu lintas padat. Diutarakannya, teknologi pemantauan saat ini telah melampaui pengawasan tradisional. Sistem modern mampu menghasilkan data yang membantu otoritas memahami pola lalu lintas, mendeteksi insiden lebih awal, dan meningkatkan respons operasional.
Mengutip Laporan Thought Lab berjudul From Future Vision to Urban Reality, yang didukung Axis Communications, menyoroti bahwa data real-time memainkan peran penting dalam mengelola mobilitas perkotaan. Data yang dihasilkan dari sistem pemantauan dapat membantu pemangku kebijakan di sektor transportasi mengoperasikan berbagai layanan secara lebih efektif, termasuk manajemen lalu lintas, sistem parkir, transportasi publik, dan platform mobilitas digital.
Ketersediaan data real-time juga memungkinkan berbagai inisiatif transportasi diuji melalui program percontohan sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas. Pendekatan ini memungkinkan pemangku kebijakan atau operator mengevaluasi efektivitas kebijakan dan menyempurnakan sistem berdasarkan data operasional yang andal.
Key Account Manager End Customer Axis Communications Vicky Gitasiswaya, menambahkan sistem pemantauan modern yang dilengkapi dengan analitik cerdas dapat mendukung berbagai fungsi operasional dalam lingkungan transportasi.
Salah satu contohnya adalah manajemen sinyal lalu lintas cerdas, di mana sistem pemantauan mengumpulkan data mengenai panjang antrean kendaraan di titik kemacetan. Data tersebut kemudian dapat dianalisis untuk mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas dan mengurangi titik kemacetan.
Teknologi pemantauan juga dapat mendukung deteksi insiden secara cepat. Kamera yang dilengkapi dengan analitik dapat mengidentifikasi situasi yang tidak biasa seperti kendaraan yang berhenti di jalur aktif atau melakukan perubahan arah yang tidak normal.
“Analitik yang tertanam dalam kamera jaringan dapat secara otomatis mendeteksi situasi jalan yang tidak normal dan mengirimkan peringatan kepada operator. Hal ini memungkinkan otoritas merespons lebih cepat dan meminimalkan dampak insiden terhadap arus lalu lintas,” ungkap Vicky.
Selain pemantauan jalan, sistem kamera juga semakin banyak digunakan di dalam kendaraan transportasi seperti bus dan kereta, sehingga memungkinkan operator memantau aktivitas dari berbagai sudut secara real-time, bahkan ketika kendaraan sedang bergerak.
Ketika diintegrasikan dengan jaringan pemantauan yang lebih luas, sistem ini memberikan gambaran situasional yang lebih komprehensif dan memungkinkan koordinasi yang lebih cepat selama insiden terjadi. Dijelaskannya, integrasi berbagai sumber data pemantauan juga memungkinkan pengembangan pusat pemantauan terintegrasi, seperti Real-Time Crime Centers (RTCC).
Dengan menggabungkan data dari kamera, radar, perangkat audio, dan analitik cerdas, pemangku kebijakan atau operator dapat memperoleh gambaran operasional yang lebih jelas dan mengkoordinasikan respons secara lebih efektif.
Lebih lanjut Johny Dermawan mengatakan, meningkatnya adopsi sistem pemantauan berbasis data menjadi semakin penting dalam mendukung pengelolaan mobilitas berskala besar.
“Melalui teknologi pemantauan dan analitik berbasis jaringan, para pemangku kepentingan di sektor transportasi dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Pendekatan berbasis data seperti ini sangat penting untuk menjaga kelancaran mobilitas selama periode perjalanan puncak seperti musim mudik Lebaran,” pungkas Johny. (H-2)
Ruas Tol Sigli–Banda Aceh memiliki panjang total 74,2 km dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di Provinsi Aceh.
Sebanyak 200 warga peserta mudik gratis akan diberangkatkan Minggu (15/3) dari Pelabuhan Makassar menuju Surabaya, menggunakan KM Labobar.
Operasi Ketupat Jaya 2026 di wilayah hukum Polres Metro Bekasi melibatkan sebanyak 1.238 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.
Di seluruh Indonesia, Operasi Ketupat 2026 akan mengamankan 185.607 objek, termasuk masjid, terminal, pelabuhan, hingga bandara.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 bertujuan memastikan seluruh rangkaian mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berlangsung aman, nyaman, tertib dan lancar.
Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mulai Jumat (13/3) hingga Senin (30/3) mengoperasikan posko lebaran, karena diperkirakan jumlah penumpang arus mudik meningkat.
Petugas melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan Lebaran di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Kota Cimahi.
Selain menyediakan layanan penitipan kendaraan, kepolisian juga mengingatkan warga agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
PT Pertamina Lubricants (PTPL) menghadirkan berbagai program Ramadan & Idulfitri (RAFI) 2026 dengan tema “Energi Berbagi, Menjaga Setiap Perjalanan.”
Diprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan meningkat sebesar 26,29%, dari kondisi normal 169.868 kendaraan menjadi sekitar 214.533 kendaraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved