Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

1.200 Personel Diterjunkan pada Operasi Ketupat Lodaya di Polresta Cirebon

Nurul Hidayah    
12/3/2026 20:53
1.200 Personel Diterjunkan pada Operasi Ketupat Lodaya di Polresta Cirebon
Gelar pasukan operasi ketupat lodaya di wilayah hukum Polresta Cirebon.(Dok Istimewa)

SEBANYAK 1.200 personel  gabungan disiagakan untuk pengamanan pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polresta Cirebon

“Sebanyak 1.200 personil gabungan akan terlibat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 sebanyak 1.200 orang. Sesuai arahan pimpinan, semua personel yang terlibat operasi ini nanti malam menempati semua pos yang sudah ditentukan," tutur Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, usai  gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kamis (12/3). 

Mereka, lanjut Imara, menyiapkan sebanyak 11 pos yang didirikan dalam operasi tersebut. Terdiri dari  pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu yang ada di KM188 dan bergabung dengan  Korlantas dan dinas terkait lainnya.

Ketika ditanyakan puncak arus mudik, Imara mengungkapkan diprediksi terjadi pada Sabtu (14/3). "Prediksi bahwa kemungkinan akan terjadi menjadi beberapa gelombang,” tutur Imara. Namun yang terdekat  pada hari Sabtu (14/3). Sehingga untuk saat ini menurut Imara pengaturan arus lalu lintas masih normal. 

Sementara itu terkait penutupan U-turn, Kombes Pol Imara menuturkan, bahwa penutupan dilakukan secara situasional. "Penutupan U-turn sifatnya situasional. Kalau memang situasinya masih landai, kami berlakukan situasi normal. Namun jika sudah terjadi peningkatan volume kendaraan dan menimbulkan kemacetan maka kami tutup U-turn," tuturnya Imara. 

Bupati Cirebon, Imron, mengungkapkan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri. "Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri dapat berlangsung aman, nyaman, tertib dan lancar bagi masyarakat,"tutur Imron. 

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan,  potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia. "Oleh karena itu, berbagai langkah strategis telah disiapkan guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun arus balik,"katanya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya