Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjadi sorotan utama para investor jelang akhir pekan ini. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada Kamis (29/1), harga emas Antam justru mengalami koreksi tajam pada perdagangan Jumat (30/1), turun Rp48.000 menjadi Rp3.120.000 per gram.
Memasuki perdagangan Sabtu, 31 Januari 2026, pasar menanti apakah logam mulia ini akan melanjutkan tren koreksi atau justru memantul naik (rebound) memanfaatkan pelemahan Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS.
Penurunan harga emas domestik pada Jumat kemarin tidak terlepas dari dinamika pasar global. Harga emas dunia (spot) terpantau terkoreksi signifikan ke level US$5.073 per troy ounce setelah sempat menyentuh level tertingginya. Analis pasar menilai fenomena ini sebagai aksi ambil untung (profit taking) wajar setelah reli panjang selama Januari 2026.
"Pasar sedang mencari keseimbangan baru. Kenaikan yang terlalu cepat pasti akan diikuti oleh koreksi teknikal. Namun, fundamental emas sebagai aset safe haven masih sangat kuat mengingat ketidakpastian geopolitik global yang belum mereda," ungkap laporan analisis pasar komoditas terbaru.
Meskipun harga emas dunia turun, pelemahan Mata Uang Rupiah menjadi "bantalan" yang menahan harga emas domestik agar tidak jatuh lebih dalam. Berdasarkan data pasar spot Jumat sore, Rupiah ditutup melemah di kisaran Rp16.786 per Dolar AS.
Secara teoritis, jika harga emas dunia stagnan namun Rupiah melemah, harga emas Antam berpotensi naik karena biaya konversi yang lebih mahal. Untuk perdagangan Sabtu (31/1), harga emas Antam diprediksi akan bergerak stabil atau naik tipis di kisaran Rp10.000 - Rp20.000 per gram, menyesuaikan penutupan harga spot emas dunia dan kurs Rupiah terakhir.
Berikut adalah proyeksi harga emas Antam untuk Sabtu, 31 Januari 2026, dengan asumsi adanya sedikit penyesuaian teknikal:
| Berat Emas | Harga Jumat (30/1) | Estimasi Sabtu (31/1)* |
|---|---|---|
| 0.5 Gram | Rp 1.610.000 | Rp 1.615.000 - Rp 1.620.000 |
| 1 Gram | Rp 3.120.000 | Rp 3.130.000 - Rp 3.140.000 |
| 5 Gram | Rp 15.375.000 | Rp 15.425.000 - Rp 15.475.000 |
| 10 Gram | Rp 30.695.000 | Rp 30.795.000 - Rp 30.895.000 |
| Buyback | Rp 2.939.000 | Rp 2.945.000 - Rp 2.955.000 |
*Disclaimer: Harga di atas adalah proyeksi analisis. Harga resmi akan dirilis Antam pada pukul 08.30 WIB setiap harinya.
Bagi investor jangka panjang, koreksi harga ke level Rp3,1 juta-an ini bisa dianggap sebagai peluang buy on dip (membeli saat harga turun) sebelum harga berpotensi kembali menanjak. Namun, bagi trader jangka pendek, disarankan untuk wait and see melihat pembukaan pasar pekan depan.
(Cah/P-3)
Berdasarkan data Logam Mulia, Selasa, harga emas diperdagangkan di Rp2.009.000 per gram, naik dari Rp1.978.000 per gram pada perdagangan sebelumnya.
Sampai akhir 2025 pihaknya akan membuka layanan buyback emas ini pada beberapa lokasi di Jakarta, untuk kemudian diperluas ke beberapa wilayah di Indonesia.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5%.
Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan sebesar Rp8.000 per gram, menjadikan harga jual per gram menjadi Rp1.337.000 pada Jumat (31/5).
Program diskon ini diberikan khusus untuk semua brand perhiasan emas dengan potongan langsung sebesar 5%.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
Harga emas Antam diprediksi kembali menguji rekor baru pada Kamis (29/1). Simak analisis lengkap pengaruh rapat The Fed dan penguatan Rupiah di sini.
Harga emas sempat terkoreksi tipis pada Selasa (27/1) ke level Rp2.916.000 per gram.
Harga emas Antam hari ini Senin (26/1) cetak rekor ATH di Rp2.917.000 per gram. Simak prediksi harga emas Selasa 27 Januari 2026 dan rincian buyback.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved