Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TREN kenaikan harga emas Antam (ANTM) diprediksi masih akan berlanjut pada perdagangan besok, Selasa (27/1). Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada pembukaan pasar awal pekan ini di level Rp2.917.000 per gram, logam mulia pelat merah ini kini menargetkan level psikologis baru di angka Rp3 juta per gram.
Lonjakan harga ini didorong oleh sentimen pasar global yang kian memanas, di mana harga emas spot dunia (XAU/USD) telah berhasil menembus resisten kuat di atas US$5.000 per troy ounce. Ketidakpastian geopolitik dan tingginya permintaan aset safe haven menjadi bahan bakar utama reli emas di awal tahun 2026 ini.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya memproyeksikan bahwa tren bullish emas Antam masih memiliki ruang untuk tumbuh. Ia memperkirakan harga emas Antam pada perdagangan Selasa (27/1) berpotensi menguji level resisten baru.
"Jika momentum pembelian terus terjaga, harga emas batangan Antam dapat menguat hingga mencapai kisaran Rp3.092.000 per gram dalam jangka pendek," ujar Ibrahim, Senin (26/1).
Namun, investor juga diimbau untuk waspada terhadap potensi aksi profit taking sesaat. Jika terjadi koreksi teknikal, Ibrahim menempatkan level support pertama di Rp2.852.000 dan support kedua di Rp2.752.000 per gram.
Kabar baik juga menyelimuti para pemilik emas yang ingin mencairkan asetnya. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam pada hari ini tercatat naik Rp28.000 menjadi Rp2.750.000 per gram. Selisih (spread) antara harga jual dan beli berada di angka Rp167.000 per gram, angka yang masih tergolong wajar di tengah volatilitas tinggi.
Sementara itu, nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS yang masih berfluktuasi di kisaran Rp16.800 turut menjadi faktor pendorong tingginya harga emas domestik. Jika Rupiah terus melemah dan harga spot emas dunia bertahan di atas US$5.000, maka prediksi harga emas Antam menembus Rp3 juta pada Selasa atau Rabu pekan ini sangat realistis.
Disclaimer: Artikel ini adalah produk jurnalistik dan prediksi pasar. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
(Cah/P-3)
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Prediksi harga emas Antam Rabu 4 Februari 2026 diperkirakan menguat di kisaran Rp3,02–Rp3,14 juta per gram menyusul rebound harga emas dunia dan aksi bargain hunting investor global.
Analisis prediksi harga emas pada 3 Februari 2026 berdasarkan data global dan lokal. Lihat faktor penggerak harga, perkiraan level harga emas Antam & prospek XAU/USD terbaru.
Analisa harga emas Sabtu 31 Januari 2026. Usai anjlok ke Rp3,12 juta per gram, akankah emas Antam rebound akhir pekan ini? Cek prediksi dan faktor pemicunya.
Prediksi harga emas Antam untuk Jumat, 30 Januari 2026. Tren bullish berlanjut, harga diproyeksikan tembus Rp3,2 juta per gram menyusul rekor global.
Update harga emas Antam hari ini, Rabu 28 Januari 2026. Logam mulia melonjak tajam Rp52.000 per gram. Simak rincian harga jual dan buyback terbaru.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved