Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memperkuat komitmennya dalam menjaga kedaulatan emas nasional melalui penandatanganan Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), yang merupakan anggota holding Merdeka Group.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesinambungan pasokan bahan baku industri emas domestik sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok hulu hingga hilir di dalam negeri.
Perjanjian tersebut berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi sebesar 6 juta ton emas per tahun. Dalam skema ini, Antam bertindak sebagai pembeli, sementara BSI dan PETS sebagai penjual.
Direktur Komersial Antam Handi Sutanto menegaskan bahwa kerja sama ini didasarkan pada kepentingan yang lebih luas, yakni menjaga kedaulatan emas nasional.
“Bagi Antam, emas bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari kedaulatan bangsa. Peran Antam adalah connecting mines to market, menghubungkan hasil galian tambang bumi Indonesia hingga menjadi emas murni yang dimiliki masyarakat,” ujar Handi.
Ia menambahkan, melalui perjanjian ini Antam memperkuat visi sebagai emas yang bersumber dari tambang Indonesia, dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia, lalu dipersembahkan kembali kepada bangsa sebagai emas yang tahan uji dan diwariskan lintas generasi.
Sebelumnya, Antam dan BSI telah memiliki perjanjian jasa pemurnian, di mana dore dari tambang dimurnikan di fasilitas pemurnian Antam. Hasil pemurnian berupa emas dan perak kemudian diproses menjadi emas butiran (granula) dengan kadar 99,99%. Melalui GSPA ini, transaksi emas granula hasil pemurnian domestik dilakukan secara lebih terstruktur, memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Handi menekankan, kepastian suplai dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan merek emas Antam di tengah dinamika pasar.
“Stabilitas pasokan dari sumber yang jelas dan bertanggung jawab memperkuat posisi emas Antam sebagai produk bersertifikasi LBMA yang memenuhi standar internasional, termasuk aspek tata kelola dan keberlanjutan. Kami ingin emas Antam menjadi emas yang berakhlak, aman, dan nyaman dimiliki masyarakat,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa sebagai market leader, Antam kerap menjadi sorotan publik. Namun perusahaan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar tata kelola dan regulasi yang berlaku.
“Kami memandang setiap masukan dan perhatian publik sebagai energi positif untuk terus melakukan continuous improvement, selaras dengan semangat melayani sepenuh hati,” ujarnya.
PENYERAPAN PRODUKSI EMAS
Sementara itu, Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk Albert Saputro menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyerapan produksi emas Merdeka secara optimal di dalam negeri.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tujuh Bukit dan Pani Gold Mine, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujar Albert.
Melalui kerja sama ini, Antam bersama BSI dan PETS menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasokan, mengoptimalkan fasilitas pemurnian dalam negeri, serta memperkuat kedaulatan dan integritas industri emas nasional melalui rantai pasok yang kokoh, transparan, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi Indonesia. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved