Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ketua OJK Mundur, Mahendra Siregar Sempat Sampaikan Proposal Penyesuaian Pada MSCI

Media Indonesia
30/1/2026 19:59
Ketua OJK Mundur, Mahendra Siregar Sempat Sampaikan Proposal Penyesuaian Pada MSCI
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (tengah) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesai (BEI) Imam Rachman (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan) menyampaikan keterangan saa(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.)

KETUA Dewan Komisioner OJK  Mahendra Siregar resmi menyatakan mundur, Jumat (30/1). Sebelum itu, Mahendra Siregar sempat mengatakan bahwa OJK dan Bursa Efek Jakarta (BEI) telah menyampaikan proposal penyesuaian kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Mahendra Siregar mengatakan OJK siap untuk mempublikasikan data kepemilikan saham untuk kategori corporate and others di bawah 5 persen. Seperti diberitakan MSCI meminta ada transparansi soal free float saham.

"Sedang dipelajari oleh MSCI, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan mereka, yang adalah mengecualikan investor dalam kategori corporate and others dalam perhitungan free float, dengan kemudian mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5 persen untuk setiap kategori kepemilikan," ujar Mahendra Siregar dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1).

Mahendra Siregar mengatakan otoritas pasar modal menunggu respons dari MSCI serta akan mengikuti keinginan dari respons MSCI atas proposal yang diajukan. Penyesuaian tersebut akan dilakukan sebelum batas yang telah ditetapkan oleh MSCI pada Mei 2026 mendatang.

Sementara itu, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbenah dan membuka diri untuk menerima koreksi termasuk dari MSCI. Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pelaku pasar, otoritas bursa, dan OJK harus menangkap pesan MSCI sebagai koreksi konstruktif untuk membangun bursa saham yang sehat.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap sejumlah koreksi yang dilakukan oleh MSCI terhadap bursa di Indonesia," ujar Said di Jakarta, Jumat (30/1).

Ia menyebut langkah MSCI yang akan mengeluarkan sejumlah emiten besar dalam pemeringkatan mereka membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul dalam dua hari belakangan.

Pengumuman MSCI sempat membuat adanya trading halt di bursa. Hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (28/1) dan Kamis (30/1) anjlok dan ditutup pada zona merah. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mundur, Jumat (30/1) dini hari. Kemudian disusul oleh Mahendra Siregar sebagai Ketua OJK mundur. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya