Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar resmi menyatakan mundur, Jumat (30/1). Sebelum itu, Mahendra Siregar sempat mengatakan bahwa OJK dan Bursa Efek Jakarta (BEI) telah menyampaikan proposal penyesuaian kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Mahendra Siregar mengatakan OJK siap untuk mempublikasikan data kepemilikan saham untuk kategori corporate and others di bawah 5 persen. Seperti diberitakan MSCI meminta ada transparansi soal free float saham.
"Sedang dipelajari oleh MSCI, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan mereka, yang adalah mengecualikan investor dalam kategori corporate and others dalam perhitungan free float, dengan kemudian mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5 persen untuk setiap kategori kepemilikan," ujar Mahendra Siregar dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1).
Mahendra Siregar mengatakan otoritas pasar modal menunggu respons dari MSCI serta akan mengikuti keinginan dari respons MSCI atas proposal yang diajukan. Penyesuaian tersebut akan dilakukan sebelum batas yang telah ditetapkan oleh MSCI pada Mei 2026 mendatang.
Sementara itu, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbenah dan membuka diri untuk menerima koreksi termasuk dari MSCI. Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pelaku pasar, otoritas bursa, dan OJK harus menangkap pesan MSCI sebagai koreksi konstruktif untuk membangun bursa saham yang sehat.
"Kita tidak boleh menutup mata terhadap sejumlah koreksi yang dilakukan oleh MSCI terhadap bursa di Indonesia," ujar Said di Jakarta, Jumat (30/1).
Ia menyebut langkah MSCI yang akan mengeluarkan sejumlah emiten besar dalam pemeringkatan mereka membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpukul dalam dua hari belakangan.
Pengumuman MSCI sempat membuat adanya trading halt di bursa. Hal itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (28/1) dan Kamis (30/1) anjlok dan ditutup pada zona merah. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mundur, Jumat (30/1) dini hari. Kemudian disusul oleh Mahendra Siregar sebagai Ketua OJK mundur. (Ant/H-4)
OJK di bawah Friderica Widyasari Dewi mempercepat reformasi pasar modal, memperkuat perlindungan investor, transparansi, dan penegakan hukum.
OJK menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, serta pelindungan konsumen dan masyarakat.
Breaking News 30 Januari 2026: Ketua DK & Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK mundur. Simak peran krusial OJK menjaga stabilitas pasar di tengah gejolak.
WAKIL Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat malam, menyatakan pengunduran diri dari jabatannya. Sebelumnya Ketua OJK Mahendra Siregar mundur.
KETUA OJK Mahendra Siregar dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi mundur dari jabatan mereka.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved