Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Purbaya: Pergantian Wamenkeu Pekan Depan, Juda Agung Kandidat Kuat

Insi Nantika Jelita
27/1/2026 10:47
Purbaya: Pergantian Wamenkeu Pekan Depan, Juda Agung Kandidat Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pergantian wakil menteri keuangan (wamenkeu) akan dilakukan pekan depan. Pergantian dilakukan seiring dengan ditunjuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Aquinas Muliatna (A.M.) Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Posisi Thomas Djiwandono di Kementerian Keuangan disebut-sebut akan diisi oleh Juda Agung, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Meski demikian, Purbaya menegaskan pelantikan Wamenkeu baru sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.

“Kalau soal pelantikan itu kan di tangan Presiden. Saya dengar, sih, Februari ya. Ada yang bilang seharusnya Februari. Mungkin minggu depan,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kepastian sosok pengganti Thomas Djiwandono, Purbaya enggan memberikan keterangan rinci. Ia menyebut belum bisa menyampaikan informasi tersebut secara terbuka.

“Saya enggak tahu. Katanya saya memang enggak boleh ngomong duluan,” katanya.

Namun, ketika disinggung soal nama Juda Agung yang sudah santer disebut, Purbaya tidak menampik  mantan Deputi Gubernur BI tersebut merupakan salah satu kandidat kuat. Ia mengaku telah bertemu langsung dengan Juda.

“Kelihatannya salah satu calon yang kuat, ya. Kelihatannya dia calon yang kuat,” tutur Purbaya.

Terkait pembagian tugas wamenkeu baru nantinya, Purbaya mengaku belum mengetahui secara detail. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memastikan kinerja kementerian tetap berjalan optimal.

“Soal penugasan, saya juga enggak tahu pembagiannya seperti apa. Pokoknya kita kerja aja. Yang macet-macet saya beresin,” ucapnya.

Purbaya menambahkan, untuk saat ini dirinya akan menangani langsung sektor strategis seperti Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga penerimaan negara serta menekan defisit anggaran tahun berjalan.

“Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran,” pungkas Purbaya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya