Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
Penunjukan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada awal Februari 2026 menandai babak baru dalam pengelolaan ekonomi Indonesia. Sebagai sosok yang besar di lingkungan bank sentral, kehadiran Juda di Lapangan Banteng, markas Kementerian Keuangan,diharapkan mampu mempererat harmonisasi antara kebijakan fiskal dan moneter yang sering kali menjadi tantangan besar bagi negara berkembang.
Juda Agung adalah seorang ekonom senior dan teknokrat murni yang telah mendedikasikan lebih dari tiga dekade kariernya di sektor keuangan. Lahir di Pontianak pada 16 Agustus 1964, ia dikenal sebagai figur yang tenang namun memiliki ketajaman analisis yang luar biasa dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Sebelum menjabat sebagai Wamenkeu, ia merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang membidangi kebijakan makroprudensial.
Pendidikan Juda Agung mencerminkan kombinasi antara latar belakang sains yang sistematis dan keahlian ekonomi yang mendalam. Ia memulai perjalanan akademiknya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengambil jurusan Teknologi Industri Pertanian dan lulus pada tahun 1987.
Meskipun mengawali pendidikan di bidang teknologi pertanian, minatnya pada ekonomi membawanya terbang ke Inggris. Ia meraih gelar Master of Science dalam bidang Money, Banking and Finance dari University of Birmingham pada tahun 1995 dengan predikat "distinction". Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama dan meraih gelar PhD in Economics pada tahun 1999 dengan disertasi yang fokus pada deregulasi finansial dan kebijakan moneter di Indonesia.
Karier Juda Agung adalah cerminan dari loyalitas dan kompetensi. Ia merintis jalan dari bawah di Bank Indonesia sejak awal 1990-an. Beberapa posisi strategis yang pernah ia emban antara lain:
Juda pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, di mana ia bertanggung jawab merumuskan arah kebijakan suku bunga dan pengendalian inflasi nasional.
Pengalaman internasionalnya terasah saat ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) di Washington DC pada periode 2017-2019. Di sana, ia mewakili kepentingan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam forum ekonomi global.
Sebelum ditarik ke Kementerian Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto, Juda menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak Januari 2022. Ia memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan perbankan dan stabilitas sistem keuangan selama masa pemulihan ekonomi pascapandemi.
Penunjukan Juda Agung sebagai Wamenkeu pada tahun 2026 dipandang sebagai langkah strategis untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat antara Kemenkeu dan Bank Indonesia. Dalam sejarah ekonomi Indonesia, koordinasi antara kebijakan fiskal (pajak dan belanja negara) dengan moneter (suku bunga dan nilai tukar) adalah kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Sebagai pejabat publik yang transparan, Juda Agung secara rutin melaporkan harta kekayaannya. Berdasarkan LHKPN tahun pelaporan 2024 (yang dilaporkan pada 2025), total kekayaan Juda tercatat sekitar Mata Uang Rupiah 56,08 miliar. Sebagian besar kekayaannya terdiri dari aset tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa wilayah serta surat berharga yang mencerminkan profil investasinya sebagai seorang ahli keuangan.
1. Kapan Juda Agung dilantik menjadi Wamenkeu?
Juda Agung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Februari 2026 di Istana Negara.
2. Siapa yang digantikan oleh Juda Agung?
Ia menggantikan Thomas Djiwandono yang berpindah tugas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
3. Apa latar belakang pendidikan Juda Agung?
Ia adalah lulusan S1 IPB, serta meraih gelar S2 dan S3 (Doktor) bidang Ekonomi dari University of Birmingham, Inggris.
4. Berapa harta kekayaan Juda Agung?
Berdasarkan data LHKPN terakhir, total kekayaannya sekitar Rp56,08 miliar.
5. Apa jabatan Juda Agung sebelum menjadi Wamenkeu?
Sebelumnya ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (2022-2026). (Z-20)
WAKIL Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter usai resmi dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/2).
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/2).
MANTAN Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan RI untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029 menggantikan Thomas Djiwandono.
Karier Juda di BI dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London (1992–1999).
Reshuffle kabinet kelima mencuat setelah Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Juda Agung, Budi Djiwandono, dan Sugiono disebut bakal bergeser posisi.
WAKIL Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter usai resmi dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/2).
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/2).
MANTAN Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung resmi dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan RI untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029 menggantikan Thomas Djiwandono.
Karier Juda di BI dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London (1992–1999).
Reshuffle kabinet kelima mencuat setelah Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Juda Agung, Budi Djiwandono, dan Sugiono disebut bakal bergeser posisi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved