Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Purbaya Soroti Ketidaksinkronan Rupiah dan IHSG

Insi Nantika Jelita
20/1/2026 15:34
Purbaya Soroti Ketidaksinkronan Rupiah dan IHSG
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta.(Dok. MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah yang berada di level Rp16.958 per dolar AS pada Selasa (20/1) sementara IHSG justru mencatat kinerja positif dengan menguat 0,04% ke level 9.138. 

Purbaya menuturkan, penjelasan terkait fenomena tersebut merupakan ranah bank sentral. Namun demikian, ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan arus modal asing masih masuk ke pasar keuangan domestik.

"Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Saya tidak bisa mengintervensi untuk menjelaskan karena itu memang otoritas Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1).

"Tapi pada intinya ekonomi fundamental baik, rupiah harusnya menjadi menguat. Pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini," tambahnya.

Terkait langkah Kementerian Keuangan dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan nilai tukar, Purbaya menilai pelemahan rupiah secara persentase masih relatif kecil dibandingkan level sebelumnya.  Ia menekankan kunci utama menjaga stabilitas nilai tukar adalah dengan terus memperkuat fondasi ekonomi domestik. 

"Kalau pelemahan (rupiah) kan dilihat dari persentase kan sedikit kan dibanding level sebelumnya. Tapi, yang penting ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat," ucap Bendahara Negara. 

Ia menuturkan ketika aktivitas ekonomi dalam negeri meningkat dan fundamental terjaga, kepercayaan investor akan tumbuh dan arus modal, termasuk dari investor asing, akan kembali masuk ke Indonesia.

“Kalau dilihat pasar modal kita kan naik. Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing yang masuk. Artinya dari sisi suplai dolar seharusnya tidak ada kekurangan,” klaimnya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah, bank sentral, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar seluruh mesin ekonomi dapat bergerak secara optimal. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi.

Ia juga menepis anggapan bahwa pergerakan IHSG tidak berdampak bagi perekonomian. Menurutnya, IHSG merupakan sinyal penting bagi investor dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri, bahwa terdapat perkembangan positif di Indonesia.

“IHSG adalah sinyal bahwa ada hal baik yang terjadi. Investor sedang melihat-lihat, dan sebagian sudah mulai mengimplementasikan keputusan investasinya. Jadi prospek ekonomi kita ke depan akan baik,” pungkasnya.
(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya