Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah yang berada di level Rp16.958 per dolar AS pada Selasa (20/1) sementara IHSG justru mencatat kinerja positif dengan menguat 0,04% ke level 9.138.
Purbaya menuturkan, penjelasan terkait fenomena tersebut merupakan ranah bank sentral. Namun demikian, ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan arus modal asing masih masuk ke pasar keuangan domestik.
"Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Saya tidak bisa mengintervensi untuk menjelaskan karena itu memang otoritas Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1).
"Tapi pada intinya ekonomi fundamental baik, rupiah harusnya menjadi menguat. Pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini," tambahnya.
Terkait langkah Kementerian Keuangan dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan nilai tukar, Purbaya menilai pelemahan rupiah secara persentase masih relatif kecil dibandingkan level sebelumnya. Ia menekankan kunci utama menjaga stabilitas nilai tukar adalah dengan terus memperkuat fondasi ekonomi domestik.
"Kalau pelemahan (rupiah) kan dilihat dari persentase kan sedikit kan dibanding level sebelumnya. Tapi, yang penting ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat," ucap Bendahara Negara.
Ia menuturkan ketika aktivitas ekonomi dalam negeri meningkat dan fundamental terjaga, kepercayaan investor akan tumbuh dan arus modal, termasuk dari investor asing, akan kembali masuk ke Indonesia.
“Kalau dilihat pasar modal kita kan naik. Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing yang masuk. Artinya dari sisi suplai dolar seharusnya tidak ada kekurangan,” klaimnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah, bank sentral, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar seluruh mesin ekonomi dapat bergerak secara optimal. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi.
Ia juga menepis anggapan bahwa pergerakan IHSG tidak berdampak bagi perekonomian. Menurutnya, IHSG merupakan sinyal penting bagi investor dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri, bahwa terdapat perkembangan positif di Indonesia.
“IHSG adalah sinyal bahwa ada hal baik yang terjadi. Investor sedang melihat-lihat, dan sebagian sudah mulai mengimplementasikan keputusan investasinya. Jadi prospek ekonomi kita ke depan akan baik,” pungkasnya.
(H-3)
Profil lengkap Franky Widjaja, nakhoda Sinar Mas Group, pengaruh bisnisnya terhadap IHSG, dan hasil pertemuan strategis dengan Presiden Prabowo di Hambalang.
IHSG Bursa Efek Indonesia pada Rabu (11/2/2026) pagi dibuka menguat 21,05 poin atau 0,29 persen. Simak analisis pasar dan pergerakan indeks LQ45 di sini.
Mensesneg Prasetyo Hadi berharap panitia seleksi mampu menjaring pimpinan OJK yang kompeten dan memahami ekosistem jasa keuangan demi menjaga stabilitas pasar.
IHSG hari ini Selasa (10/2/2026) dibuka melemah tipis namun berbalik melonjak 1% ke level 8.115. Simak analisis MSCI dan pergerakan saham BUMI di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved