Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah yang berada di level Rp16.958 per dolar AS pada Selasa (20/1) sementara IHSG justru mencatat kinerja positif dengan menguat 0,04% ke level 9.138.
Purbaya menuturkan, penjelasan terkait fenomena tersebut merupakan ranah bank sentral. Namun demikian, ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan arus modal asing masih masuk ke pasar keuangan domestik.
"Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi. Saya tidak bisa mengintervensi untuk menjelaskan karena itu memang otoritas Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (20/1).
"Tapi pada intinya ekonomi fundamental baik, rupiah harusnya menjadi menguat. Pelan-pelan akan menguat. Enggak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini," tambahnya.
Terkait langkah Kementerian Keuangan dalam menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan nilai tukar, Purbaya menilai pelemahan rupiah secara persentase masih relatif kecil dibandingkan level sebelumnya. Ia menekankan kunci utama menjaga stabilitas nilai tukar adalah dengan terus memperkuat fondasi ekonomi domestik.
"Kalau pelemahan (rupiah) kan dilihat dari persentase kan sedikit kan dibanding level sebelumnya. Tapi, yang penting ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat," ucap Bendahara Negara.
Ia menuturkan ketika aktivitas ekonomi dalam negeri meningkat dan fundamental terjaga, kepercayaan investor akan tumbuh dan arus modal, termasuk dari investor asing, akan kembali masuk ke Indonesia.
“Kalau dilihat pasar modal kita kan naik. Pasar modal tidak mungkin naik kalau tidak ada investor asing yang masuk. Artinya dari sisi suplai dolar seharusnya tidak ada kekurangan,” klaimnya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah, bank sentral, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) agar seluruh mesin ekonomi dapat bergerak secara optimal. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level yang lebih tinggi.
Ia juga menepis anggapan bahwa pergerakan IHSG tidak berdampak bagi perekonomian. Menurutnya, IHSG merupakan sinyal penting bagi investor dan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri, bahwa terdapat perkembangan positif di Indonesia.
“IHSG adalah sinyal bahwa ada hal baik yang terjadi. Investor sedang melihat-lihat, dan sebagian sudah mulai mengimplementasikan keputusan investasinya. Jadi prospek ekonomi kita ke depan akan baik,” pungkasnya.
(H-3)
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved