Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Diskoneksi Rupiah dan IHSG Berlanjut, Begini Penjelasan Analis

Ihfa Firdausya
20/1/2026 09:59
Diskoneksi Rupiah dan IHSG Berlanjut, Begini Penjelasan Analis
Ilustrasi(Antara)

Diskoneksi antara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut. IHSG kembali mencatatkan level tertinggi. Sementara rupiah justru melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, sejak awal tahun ini, IHSG telah menguat sekitar 5,6% YTD, sedangkan rupiah pada periode yang sama terdepresiasi sekitar 1,5% YTD.

Ia menyebut bahwa pola serupa juga terlihat di Korea Selatan dan Jepang. Dalam hal ini, pelemahan nilai tukar terjadi pada saat indeks saham mencatat tren kenaikan yang cukup signifikan.

“Kami melihat investor saat ini menuntut risk premium yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas meningkatnya risiko spesifik di masing masing negara, yang tercermin antara lain dari pelemahan nilai tukar,” ungkap Rully dalam keterangannya, Selasa (20/1).

Namun, katanya, sumber pelemahan tersebut berbeda. Di Indonesia, fokus pasar tertuju pada ruang fiskal dan kredibilitas kebijakan makro.

Sementara di Jepang pada keberlanjutan stimulus fiskal moneter di tengah beban utang yang sangat tinggi dan suku bunga riil yang masih negatif. Lalu di Korea Selatan, tekanan utama datang dari dinamika arus modal keluar dan eksposur eksternal yang besar.

“Pelemahan rupiah pada gilirannya mempersempit ruang penurunan BI rate ke depan,” ujarnya.

Pada Selasa (20/1) pagi, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 22,32 poin atau 0,24% ke posisi 9.156,19. Sementara nilai tukar rupiahbergerak melemah 30 poin atau 0,18% menjadi Rp16.985 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.955 per dolar AS. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya