Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Emas Dunia Terancam Koreksi, Logam Mulia Bisa Turun hingga Rp2,5 Juta

Insi Nantika Jelita
11/1/2026 12:08
Emas Dunia Terancam Koreksi, Logam Mulia Bisa Turun hingga Rp2,5 Juta
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

HARGA emas dunia yang sebelumnya melonjak tajam kini mulai menghadapi risiko koreksi seiring munculnya tekanan teknikal dan perubahan sentimen pasar global. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, jika koreksi berlanjut, harga Logam Mulia diperkirakan bisa turun hingga kisaran Rp2.500.000 juta per gram.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, harga emas dunia menguat ke level US$4.509 per troy ons, dari posisi sebelumnya di US$4.504. Kenaikan ini diikuti harga emas batangan di dalam negeri, dengan harga Logam Mulia ditutup di Rp2.602.000 per gram.

Ibrahim mengatakan jika harga emas dunia terjadi koreksi, level support pertama berada di US$4.472 per troy ons, yang berpotensi menurunkan harga Logam Mulia ke sekitar Rp2.570.000 per gram. 

"Sementara support kedua berada di level US$4.418 dengan estimasi harga Logam Mulia di kisaran Rp2.500.000 per gram," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1).

Sebaliknya, apabila harga emas kembali menguat pada awal pekan, level resistance terdekat diperkirakan berada di US$4.550 per troy ons, yang dapat mendorong harga Logam Mulia naik ke sekitar Rp2.630.000 per gram.

Fluktuasi harga emas ini dipicu beberapa faktor fundamental. Dari Amerika Serikat (AS), data tenaga kerja terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih rendah dari ekspektasi. Dari perkiraan penambahan 60.000 tenaga kerja, realisasi hanya mencapai sekitar 50.000. 

Kondisi ini memperkuat dugaan Bank Sentral AS (The Fed) akan lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga dan berpotensi mempertahankannya pada level saat ini. 

Selain itu, gejolak harga emas juga dipicu oleh memburuknya situasi geopolitik global. Di Timur Tengah, ketegangan meningkat tajam akibat demonstrasi besar-besaran di Iran yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan dan memicu kecaman internasional. 

"Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut," kata Ibrahim.

Di Eropa, konflik Rusia-Ukraina juga kembali memanas setelah upaya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dilaporkan gagal. Serangan balasan dan eskalasi militer di sejumlah kota besar Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, menambah ketidakpastian global dan memperkuat sentimen “risk-off” di pasar keuangan.

Faktor lain yang turut mendorong penguatan emas adalah kekhawatiran atas perang dagang global, terutama terkait kebijakan proteksionisme Amerika Serikat. Ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga emas kembali menjadi pilihan utama investor.

Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah juga memberi tekanan tambahan pada harga emas. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah ke kisaran Rp16.900 per dolar AS seiring gejolak global. Kondisi ini membuat harga emas dalam rupiah semakin mahal, meski di sisi lain tetap diminati sebagai instrumen lindung nilai. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik