Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas dunia yang sebelumnya melonjak tajam kini mulai menghadapi risiko koreksi seiring munculnya tekanan teknikal dan perubahan sentimen pasar global. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan, jika koreksi berlanjut, harga Logam Mulia diperkirakan bisa turun hingga kisaran Rp2.500.000 juta per gram.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan, harga emas dunia menguat ke level US$4.509 per troy ons, dari posisi sebelumnya di US$4.504. Kenaikan ini diikuti harga emas batangan di dalam negeri, dengan harga Logam Mulia ditutup di Rp2.602.000 per gram.
Ibrahim mengatakan jika harga emas dunia terjadi koreksi, level support pertama berada di US$4.472 per troy ons, yang berpotensi menurunkan harga Logam Mulia ke sekitar Rp2.570.000 per gram.
"Sementara support kedua berada di level US$4.418 dengan estimasi harga Logam Mulia di kisaran Rp2.500.000 per gram," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1).
Sebaliknya, apabila harga emas kembali menguat pada awal pekan, level resistance terdekat diperkirakan berada di US$4.550 per troy ons, yang dapat mendorong harga Logam Mulia naik ke sekitar Rp2.630.000 per gram.
Fluktuasi harga emas ini dipicu beberapa faktor fundamental. Dari Amerika Serikat (AS), data tenaga kerja terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih rendah dari ekspektasi. Dari perkiraan penambahan 60.000 tenaga kerja, realisasi hanya mencapai sekitar 50.000.
Kondisi ini memperkuat dugaan Bank Sentral AS (The Fed) akan lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga dan berpotensi mempertahankannya pada level saat ini.
Selain itu, gejolak harga emas juga dipicu oleh memburuknya situasi geopolitik global. Di Timur Tengah, ketegangan meningkat tajam akibat demonstrasi besar-besaran di Iran yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan dan memicu kecaman internasional.
"Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut," kata Ibrahim.
Di Eropa, konflik Rusia-Ukraina juga kembali memanas setelah upaya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dilaporkan gagal. Serangan balasan dan eskalasi militer di sejumlah kota besar Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv, menambah ketidakpastian global dan memperkuat sentimen “risk-off” di pasar keuangan.
Faktor lain yang turut mendorong penguatan emas adalah kekhawatiran atas perang dagang global, terutama terkait kebijakan proteksionisme Amerika Serikat. Ketidakpastian arah kebijakan perdagangan dinilai berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dunia, sehingga emas kembali menjadi pilihan utama investor.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah juga memberi tekanan tambahan pada harga emas. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah ke kisaran Rp16.900 per dolar AS seiring gejolak global. Kondisi ini membuat harga emas dalam rupiah semakin mahal, meski di sisi lain tetap diminati sebagai instrumen lindung nilai. (Z-2)
Harga emas Antam hari ini 19 Januari 2026 meroket ke level Rp 2.703.000 per gram. Cek rincian harga buyback dan list harga selengkapnya di sini.
Update harga emas Pegadaian hari ini 19 Januari 2026. Harga emas UBS dan Galeri 24 terpantau stagnan di awal pekan. Cek rincian harga per gram di sini.
Harga emas Antam hari ini 17 Januari 2026 turun ke Rp2.663.000 per gram. Simak daftar harga lengkap 0,5 gr - 1 kg dan harga buyback terbaru di sini.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Update harga emas Pegadaian hari ini 17 Januari 2026. Emas UBS dan Galeri24 merangkak naik, sementara Antam justru anjlok. Cek tabel harga lengkapnya!
Harga emas Antam hari ini Jumat 16 Januari 2026 stagnan di level rekor Rp2,675 juta per gram. Simak daftar lengkap harga dan analisis pasarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved