Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1). Di tengah sentimen beragam dari pasar global, IHSG berhasil mempertahankan tren positif dengan ditutup menguat signifikan pada sesi pertama perdagangan, didorong oleh reli saham-saham sektor energi dan kesehatan.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menutup sesi I dengan penguatan sebesar 0,52% atau naik 46,71 poin ke level 8.972,18. Indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday di 8.981,02, semakin mendekati level psikologis keramat 9.000, setelah dibuka di posisi 8.969,15 pagi tadi.
Kenaikan IHSG hari ini ditopang oleh performa solid dari sejumlah indeks sektoral. Sektor Energi memimpin penguatan dengan lonjakan 1,45%, disusul oleh sektor Barang Konsumsi Primer yang naik 1,44%, dan sektor Kesehatan yang menguat 1,08%. Di sisi lain, sektor Industri menjadi pemberat utama dengan koreksi sebesar 0,68%.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp5,04 triliun dan volume perdagangan sebesar 9,64 miliar saham. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang turut menjaga momentum kenaikan indeks, meskipun nilai tukar Rupiah terpantau masih tertekan terhadap Dolar AS.
Berbeda dengan pasar saham yang menghijau, nilai tukar Rupiah justru mengalami tekanan. Mata uang Garuda melemah ke kisaran Rp16.810 - Rp16.832 per Dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan indeks Dolar AS menjelang rilis data tenaga kerja Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dinanti pelaku pasar global sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed di tahun 2026.
| Indikator | Nilai / Posisi | Perubahan |
|---|---|---|
| IHSG (Sesi I) | 8.972,18 | +0,52% |
| Nilai Transaksi | Rp5,04 Triliun | - |
| Volume Perdagangan | 9,64 Miliar Saham | - |
| Kurs Rupiah (USD) | Rp16.832 | -0,20% |
| Top Gainers (Kode) | Kenaikan | Top Losers (Kode) | Penurunan |
|---|---|---|---|
| KOCI | +33,33% | IFSH | -14,83% |
| SOHO | +25,00% | BSIM | -14,62% |
| RLCO | +24,92% | POLU | -14,95% |
Analis pasar modal memprediksi IHSG masih memiliki peluang untuk menguji level 9.000 pada penutupan perdagangan sore nanti atau awal pekan depan, dengan catatan sentimen dari data ekonomi AS malam ini tidak memberikan kejutan negatif yang signifikan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini pasar modal Indonesia secara jangka menengah-panjang masih sangat prospektif dan menarik bagi investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
IHSG hari ini Jumat 6 Februari 2026 berpotensi rebound ke level 8.328. Pantau analisis pasar modal dan update harga emas Antam yang merosot tajam.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif.
IHSG hari ini Rabu 4 Februari 2026 dibuka menguat di zona hijau. Indeks sempat menyentuh level 8.193, didorong sentimen positif meski isu MSCI membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved