Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

IHSG Akhir Pekan: Energi dan Kesehatan Dorong Indeks Dekati Level Psikologis 9.000

Basuki Eka Purnama
09/1/2026 09:55
IHSG Akhir Pekan: Energi dan Kesehatan Dorong Indeks Dekati Level Psikologis 9.000
Ilustrasi--Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (1/12/2025)(MI/Usman Iskandar)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1). Di tengah sentimen beragam dari pasar global, IHSG berhasil mempertahankan tren positif dengan ditutup menguat signifikan pada sesi pertama perdagangan, didorong oleh reli saham-saham sektor energi dan kesehatan.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menutup sesi I dengan penguatan sebesar 0,52% atau naik 46,71 poin ke level 8.972,18. Indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday di 8.981,02, semakin mendekati level psikologis keramat 9.000, setelah dibuka di posisi 8.969,15 pagi tadi.

Sektor Energi Jadi Primadona

Kenaikan IHSG hari ini ditopang oleh performa solid dari sejumlah indeks sektoral. Sektor Energi memimpin penguatan dengan lonjakan 1,45%, disusul oleh sektor Barang Konsumsi Primer yang naik 1,44%, dan sektor Kesehatan yang menguat 1,08%. Di sisi lain, sektor Industri menjadi pemberat utama dengan koreksi sebesar 0,68%.

Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp5,04 triliun dan volume perdagangan sebesar 9,64 miliar saham. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang turut menjaga momentum kenaikan indeks, meskipun nilai tukar Rupiah terpantau masih tertekan terhadap Dolar AS.

Rupiah dan Sentimen Global

Berbeda dengan pasar saham yang menghijau, nilai tukar Rupiah justru mengalami tekanan. Mata uang Garuda melemah ke kisaran Rp16.810 - Rp16.832 per Dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan indeks Dolar AS menjelang rilis data tenaga kerja Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dinanti pelaku pasar global sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed di tahun 2026.

Ringkasan Data Pasar (Sesi I)

Indikator Nilai / Posisi Perubahan
IHSG (Sesi I) 8.972,18 +0,52%
Nilai Transaksi Rp5,04 Triliun -
Volume Perdagangan 9,64 Miliar Saham -
Kurs Rupiah (USD) Rp16.832 -0,20%

 

Top Gainers & Top Losers

 

Top Gainers (Kode) Kenaikan Top Losers (Kode) Penurunan
KOCI +33,33% IFSH -14,83%
SOHO +25,00% BSIM -14,62%
RLCO +24,92% POLU -14,95%

Analis pasar modal memprediksi IHSG masih memiliki peluang untuk menguji level 9.000 pada penutupan perdagangan sore nanti atau awal pekan depan, dengan catatan sentimen dari data ekonomi AS malam ini tidak memberikan kejutan negatif yang signifikan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya