Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) (Indef), M. Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa IHSG yang mendekati level 9.000 mencerminkan ekspektasi pasar finansial yang sangat optimis terhadap prospek laba korporasi, likuiditas domestik, dan keberlanjutan stimulus kebijakan, khususnya di tengah suku bunga global yang mulai stabil.
“Level ini bukan semata cerminan kekuatan ekonomi riil, melainkan juga hasil dari re-rating aset finansial, dominasi investor institusional, dan konsentrasi kenaikan pada saham-saham berkapitalisasi besar,” kata Rizal, Kamis (8/1).
Kendati demikian, dirinya mengingatkan bahwa apabila IHSG benar-benar menembus 9.000, dampaknya bersifat ganda yakni di satu sisi memperkuat wealth effect dan kepercayaan pelaku pasar, namun di sisi lain meningkatkan risiko koreksi apabila tidak diimbangi oleh perbaikan fundamental seperti pertumbuhan laba berbasis produktivitas, ekspor, dan investasi riil.
Dirinya jug menambahkan bahwa anomali antara penguatan IHSG dan rupiah yang masih tertekan menunjukkan bahwa arus modal yang masuk cenderung bersifat selektif dan jangka pendek, terkonsentrasi di pasar saham dan instrumen finansial, bukan pada investasi langsung atau arus valas yang memperkuat suplai devisa.
“Tekanan rupiah tetap bertahan karena faktor struktural seperti kebutuhan impor yang tinggi, repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, serta preferensi investor global untuk menahan dolar di tengah ketidakpastian geopolitik. Hal ini menegaskan bahwa penguatan pasar saham tidak selalu sejalan dengan ketahanan eksternal, dan stabilitas rupiah tetap sangat bergantung pada kualitas neraca transaksi berjalan serta kredibilitas kebijakan makro,” pungkas Rizal. (E-3)
IHSG ditutup menguat tipis ke 8.235 pada Jumat (27/2). Simak analisis sentimen fiskal S&P, rebalancing MSCI, dan jadwal data ekonomi penting pekan depan.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
IHSG Selasa (24/2/2026) dibuka menguat 31,97 poin atau 0,44% ke posisi 7.218,34. Simak analisis pergerakan bursa saham domestik hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved