Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) (Indef), M. Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa IHSG yang mendekati level 9.000 mencerminkan ekspektasi pasar finansial yang sangat optimis terhadap prospek laba korporasi, likuiditas domestik, dan keberlanjutan stimulus kebijakan, khususnya di tengah suku bunga global yang mulai stabil.
“Level ini bukan semata cerminan kekuatan ekonomi riil, melainkan juga hasil dari re-rating aset finansial, dominasi investor institusional, dan konsentrasi kenaikan pada saham-saham berkapitalisasi besar,” kata Rizal, Kamis (8/1).
Kendati demikian, dirinya mengingatkan bahwa apabila IHSG benar-benar menembus 9.000, dampaknya bersifat ganda yakni di satu sisi memperkuat wealth effect dan kepercayaan pelaku pasar, namun di sisi lain meningkatkan risiko koreksi apabila tidak diimbangi oleh perbaikan fundamental seperti pertumbuhan laba berbasis produktivitas, ekspor, dan investasi riil.
Dirinya jug menambahkan bahwa anomali antara penguatan IHSG dan rupiah yang masih tertekan menunjukkan bahwa arus modal yang masuk cenderung bersifat selektif dan jangka pendek, terkonsentrasi di pasar saham dan instrumen finansial, bukan pada investasi langsung atau arus valas yang memperkuat suplai devisa.
“Tekanan rupiah tetap bertahan karena faktor struktural seperti kebutuhan impor yang tinggi, repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, serta preferensi investor global untuk menahan dolar di tengah ketidakpastian geopolitik. Hal ini menegaskan bahwa penguatan pasar saham tidak selalu sejalan dengan ketahanan eksternal, dan stabilitas rupiah tetap sangat bergantung pada kualitas neraca transaksi berjalan serta kredibilitas kebijakan makro,” pungkas Rizal. (E-3)
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
IHSG ditutup anjlok 1,61% ke level 7.022 pada Senin (16/3/2026). Investor khawatir defisit fiskal melebar di atas 3% akibat tensi geopolitik & harga minyak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, menunjukkan volatilitas tinggi di sesi pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved