Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Kamis, 8 Januari 2026, dengan langkah optimis di zona hijau. Indeks komposit dibuka menguat di level 8.946,70 dan langsung melanjutkan tren positifnya, mendekati level psikologis baru di angka 9.000.
Data perdagangan awal sesi menunjukkan IHSG hari ini sempat menyentuh level tertinggi intraday di 8.961, naik sekitar 0,19% hingga 0,23% dari penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen pasar global yang cenderung bervariasi (mixed) dan ketegangan geopolitik yang kembali memanas.
Sebanyak 312 saham emiten terpantau menguat, memberikan dorongan signifikan bagi indeks, sementara 232 saham melemah dan 158 lainnya stagnan. Nilai transaksi di awal perdagangan tercatat cukup aktif, mencerminkan optimisme pelaku pasar domestik terhadap rilis data ekonomi dalam negeri.
Pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh tarik-menarik antara sentimen positif domestik dan tekanan eksternal:
Berikut adalah daftar saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi (Top Gainers) dan penurunan terdalam (Top Losers) pada awal perdagangan hari ini:
| Top Gainers | Top Losers | ||
|---|---|---|---|
| Kode Saham | Perubahan | Kode Saham | Perubahan |
| BSIM (Bank Sinarmas) | +20,92% | VICI (Victoria Care) | -14,62% |
| KOKA (Koka Indonesia) | +20,28% | LRNA (Eka Sari Lorena) | -9,86% |
| IFSH (Ifishdeco) | +15,95% | INPC (Bank Artha Graha) | -9,15% |
| ADRO (Adaro Energy) | +7,96% | INCO (Vale Indonesia) | -7,11% |
| EMTK (Elang Mahkota) | +3,88% | NCKL (Trimegah Bangun) | -5,00% |
Secara sektoral, kenaikan IHSG pagi ini dimotori oleh Sektor Energi (+0,65%) yang kembali bergairah seiring stabilnya harga komoditas, serta Sektor Kesehatan (+0,60%) dan Keuangan (+0,48%). Di sisi lain, tekanan datang dari Sektor Barang Baku yang terkoreksi cukup dalam, serta sektor transportasi dan infrastruktur yang bergerak di zona merah.
Analis memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak volatil dengan kecenderungan menguat terbatas, menguji level resistance di 8.970 – 9.000. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap aksi profit taking wajar mengingat posisi indeks yang sudah berada di area All Time High (ATH).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Media Indonesia tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat keputusan investasi.
(E-3)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berlangsung.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (3/2) pagi dibuka melemah. Simak analisis penyebab koreksi pasar modal.
Pada pembukaan perdagangan Senin (2/2), indeks bergerak di zona merah.
Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (Propami) menyatakan dukungan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
JSMR layak dicermati sebagai saham trading buy dengan target 4.000. Di tengah volatilitas pasar, karakter bisnis jalan tol yang berbasis pendapatan berulang membuat JSMR relatif defensif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (3/2) pagi dibuka melemah. Simak analisis penyebab koreksi pasar modal.
Pada pembukaan perdagangan Senin (2/2), indeks bergerak di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
Ekonom keuangan dan praktisi pasar modal Hans Kwee memproyeksikan pasar saham Indonesia akan memasuki fase pemulihan secara bertahap pada pekan depan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved