Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Melemah, Pasar Pantau Suku Bunga dan Inflasi

Media Indonesia
08/1/2026 19:54
IHSG 8 Januari 2026 Ditutup Melemah, Pasar Pantau Suku Bunga dan Inflasi
Ilustrasi.(Antara Foto)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) 8 Januari 2026 ditutup melemah.  Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak dari pengumuman rilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 di perdagangan sesi II, meskipun tidak signifikan.

Menurutnya pelaku pasar sedang mencermati sentimen soal kebijakan suku bunga acuan dan rilis data inflasi.

"Koreksi hari ini cenderung koreksi sehat ketimbang perubahan tren besar," kata Reydi.

IHSG ditutup melemah 19,33 atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin atau 0,43 persen ke posisi 867,62.

Ia juga menyebut bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh tindakan profit taking untuk saham-saham yang sebelumnya naik cukup cepat.
  
Sebelumnya IHSG bergerak positif sampai penutupan sesi pertama dalam perdagangan saham. Namun saat sesi kedua, IHSG menjadi merah hingga penutupan perdagangan saham.

Terdapat lima sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,62 persen dan 0,61 persen.

Adapun saham-saham yang menguat paling besar yakni SMLE, KOCI, RLCO, KIJA dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, TRIN, OPMS, INPC dan NRCA.

Secara terpisah,  Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengegaskan akan memberantas praktik saham gorengan di pasar modal. Hal itu dia sampaikan menyusul adanya rencana  demutualisasi bursa efek. (Ant/H-4)
 

Disclaimer: Data disajikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik