Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pasokan Berkurang, Harga Ikan di Pasar Kota Palu Naik Tajam

M Taufan SP Bustan
25/1/2026 19:10
Pasokan Berkurang, Harga Ikan di Pasar Kota Palu Naik Tajam
Ilustrasi(MI/M Taufan SP Bustan)

HARGA ikan laut di pasar Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus merangkak naik sejak dua pekan terakhir. Lonjakan harga ini dirasakan hampir di semua jenis ikan yang biasa dijual di pasar tradisional maupun modern di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Salah satu pedagang ikan, Muh Hajir, mengatakan kenaikan harga terlihat jelas dibandingkan beberapa minggu lalu. 

Harga ikan cakalang, misalnya, kini mencapai Rp60 ribu per kilo gram (kg). Sebelumnya, harga cakalang hanya Rp30 ribu per kg.

“Semua jenis ikan naik harganya, tidak ada yang stabil lagi,” ujar Hajir saat ditemui di Pasar Tradisional Inpres Manonda Palu, Minggu (25/1). 

Ikan katombo, lajang, dan rumah-rumah juga rata-rata naik menjadi Rp50 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp20 ribu. 

“Pokoknya, semua ikan naik,” sambung Hajir. 

Kenaikan harga ini, menurut pedagang, dipicu berkurangnya pasokan ikan dari nelayan. Selama dua pekan terakhir, sebagian besar nelayan di sekitar Teluk Palu dan pesisir Sulawesi Tengah memilih tidak melaut.

“Salah satu penyebab utama adalah cuaca yang tidak menentu. Banyak nelayan menahan diri karena takut perahu dan jaring rusak,” kata pedagang lain, Ismail, sambil menata ikan di kiosnya. 

“Karena pasokan sedikit, otomatis harga di pasar naik,” tambahnya. 

Fenomena ini dirasakan langsung oleh konsumen. Beberapa pengunjung pasar mengaku harus menyesuaikan anggaran belanja mereka. 

Ratna, salah satu pembeli, mengatakan bahwa sebelumnya ia membeli ikan cakalang dan katombo untuk lauk keluarga dengan harga wajar. Kini, belanja ikan menjadi lebih berat di kantong.

“Dulu Rp100 ribu bisa bawa cukup ikan untuk satu minggu, sekarang mungkin cuma cukup untuk tiga hari,” ujar Ratna. “Kalau terus naik, kami harus mengurangi beli ikan atau mencari lauk alternatif,” tutupnya. 

Sejumlah pedagang juga menambahkan, kenaikan harga tidak hanya terjadi di pasar tradisional. Di pasar modern atau supermarket, harga ikan laut juga ikut merangkak naik. 

Hal ini membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam, terutama untuk jenis ikan favorit seperti cakalang dan lajang.

Selain cuaca buruk, faktor lain yang disebut pedagang memengaruhi pasokan ikan adalah jarak tangkap dan biaya operasional nelayan. 

Menurut Ismail, beberapa nelayan harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan ikan. Hal ini menambah biaya bahan bakar dan upah kru, sehingga harga jual di pasar ikut terdongkrak.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan ketahanan pangan lokal, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan ikan laut sebagai sumber protein utama.  Pedagang berharap, pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan solusi agar pasokan ikan kembali stabil dan harga dapat terkendali.

“Kalau ada bantuan bahan bakar untuk nelayan atau jadwal pelayaran yang lebih aman, mungkin pasokan bisa lancar lagi. Itu penting untuk menahan kenaikan harga,” ungkap Hajir.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perikanan Kota Palu terkait langkah-langkah pengendalian harga atau distribusi ikan. 

Namun, sejumlah pengamat ekonomi lokal menyarankan agar masyarakat tetap memantau perkembangan harga dan mencari alternatif sumber protein sementara, seperti ayam atau telur, untuk mengurangi beban belanja rumah tangga.

Dengan pasokan yang masih terbatas dan cuaca yang tidak menentu, prediksi harga ikan laut di Palu diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa minggu ke depan. 

Konsumen pun diimbau untuk menyesuaikan belanja dan memperhitungkan kenaikan harga saat merencanakan kebutuhan harian keluarga. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya