Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Cadangan Aset Indodax Tembus Rp18 Triliun, Apa Maknanya?

Wisnu Arto Subari
06/1/2026 22:23
Cadangan Aset Indodax Tembus Rp18 Triliun, Apa Maknanya?
(MI/HO)

PROOF of Reserves (PoR) Indodax menembus US$1 miliar atau Rp18 triliun berdasarkan data yang ditampilkan pada fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap. Pencapaian ini menegaskan komitmen menjaga cadangan aset 1:1 serta mendorong transparansi yang dapat diverifikasi publik melalui data on-chain.

"Walaupun tidak diwajibkan pemerintah, kami berinisiatif mempublikasikan PoR sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat dompet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri,” ujar William Sutanto, CEO Indodax, dalam keterangan resmi, Selasa (6/1).

Proof of Reserves (PoR) adalah metode verifikasi kriptografis yang digunakan platform aset kripto untuk menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cadangan aset sesuai yang dilaporkan. Tujuannya memperkuat kepercayaan publik bahwa dana pengguna dapat dipenuhi saat dibutuhkan, terutama pada periode pasar yang bergejolak.

CoinMarketCap menampilkan fitur Proof of Reserves untuk membantu pengguna melihat informasi transparansi cadangan sejumlah exchange, termasuk keterlacakan alamat dompet publik serta pembaruan data yang relevan.

Indodax juga mengimbau pengguna untuk tetap menerapkan langkah keamanan terbaik, antara lain menggunakan autentikasi berlapis Multi Factor Authentication (MFA) dan pastikan perangkat dalam kondisi aman. Waspada phishing dan social engineering. "Transparansi platform itu penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga sama pentingnya. Kami terus mendorong penggunaan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat," tambah William.

Naiknya PoR umumnya mencerminkan dua hal yang sering terjadi pada fase pasar yang membaik. Pertama, ketika harga aset kripto naik, nilai cadangan yang tercatat dalam dolar AS ikut meningkat. Kedua, ketika arus masuk dana (inflow) dan aktivitas transaksi naik, cadangan yang tersimpan di platform juga cenderung bertambah. Dengan kata lain, PoR yang meningkat dapat sejalan dengan menguatnya harga dan bertambahnya partisipasi pasar.

Selain itu, sentimen publik terhadap kripto secara umum terlihat membaik. Ini biasanya ditandai oleh peningkatan minat investor, naiknya volume transaksi, dan bertambahnya arus masuk dana ke aset digital, baik dari pengguna ritel maupun pelaku pasar yang lebih besar.

Pergerakan ini juga tidak lepas dari sentimen global, termasuk peristiwa geopolitik besar yang dapat mengubah arah pasar dalam waktu singkat. Misalnya, pada periode pemberitaan mengenai operasi AS terkait Venezuela, sejumlah pelaku pasar mencermati reaksi lintas aset. 

Di saat yang sama, bitcoin dilaporkan sempat menguat ke level tertinggi dalam beberapa pekan (sekitar US$93 ribu-US$94 ribu pada hari itu). Dinamika seperti ini menunjukkan bahwa kripto kerap bergerak dipengaruhi kombinasi faktor yakni likuiditas, risk appetite, dan headline global.

Meski demikian, penting ditegaskan bahwa kenaikan jangka pendek belum otomatis berarti bull market berkelanjutan. Pasar kripto tetap dipengaruhi faktor makro, kondisi likuiditas, regulasi, serta perkembangan risiko global yang dapat berubah cepat. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya