Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

ICEx Resmi Meluncur: Era Baru Infrastruktur Kripto Institusional Indonesia

Basuki Eka Purnama
03/4/2026 08:31
ICEx Resmi Meluncur: Era Baru Infrastruktur Kripto Institusional Indonesia
Peluncuran ICEx(MI/HO)

INDONESIA secara resmi memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global melalui peluncuran Indonesia Crypto Exchange (ICEx) pada Kamis, 2 April 2026. Bertempat di Hotel St. Regis Jakarta, platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional ini hadir untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan terintegrasi.

Peluncuran ini menandai babak baru bagi industri kripto tanah air, ketika ICEx Group kini telah mengantongi izin lengkap dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan modal awal sebesar US$70 juta, ICEx beroperasi sebagai bagian dari Self-Regulatory Organization (SRO) yang menaungi bursa, kliring, dan kustodian dalam satu kerangka regulasi terpadu.

Legalitas dan Struktur Kelembagaan

Kehadiran ICEx didukung oleh landasan hukum yang kuat melalui serangkaian Surat Keputusan dari OJK. Struktur ini dirancang untuk memisahkan fungsi pengawasan, penyelesaian transaksi, dan penyimpanan aset guna memitigasi risiko operasional.

Lembaga Fungsi Utama Nomor Izin OJK (2026)
Bursa ICEx Pengatur dan pengawas pasar (serupa IDX/Nasdaq) KEP-2/D.07/2026
Crypto Asset Clearing International (CACI) Penjaminan dan penyelesaian transaksi (Kliring) KEP-12/D.07/2026
International Crypto Custodian (ICC) Penyimpanan aset digital standar institusional KEP-11/D.07/2026

Kolaborasi Strategis dengan 11 PAKD Utama

Dalam operasionalnya, ICEx Group bersinergi dengan 11 Penyelenggara Aset Keuangan Digital (PAKD) terkemuka di Indonesia yang bertindak sebagai anggota bursa resmi. Kolaborasi ini mencakup nama-nama besar di industri, antara lain:

  • Triv
  • Tokocrypto
  • Indodax
  • Ajaib Kripto
  • Reku
  • Upbit Indonesia
  • Nanovest
  • FLOQ
  • OSL Indonesia
  • Samuel Kripto Indonesia
  • Mobee Indonesia

Visi Domestik dengan Ambisi Global

CEO ICEx Group, Kai Pang, menegaskan bahwa pemilihan nama "Indonesia" merupakan bentuk penegasan atas kekuatan pasar domestik.

"Indonesia sedang membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global. ICEx berakar di Indonesia namun dibangun dengan ambisi global," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Andi Nirwoto selaku CEO CACI menekankan bahwa integrasi fungsi kliring sangat krusial untuk stabilitas pasar. Sementara itu, Septiyan Andika Isanta, CEO ICC, menjamin bahwa infrastruktur penyimpanan yang mereka kelola mengedepankan kepatuhan regulasi dan standar keamanan internasional untuk melindungi investor.

"Kami sangat bangga mendukung bursa ICEx. Langkah ini memungkinkan industri untuk terus berinovasi dalam kerangka regulasi yang jelas. Kami meyakini jumlah investor kripto di Indonesia akan terus bertumbuh," ungkap Gabriel Rey, Founder dan CEO TRIV Group.

Dampak Terhadap Pasar Nasional

Kehadiran ICEx diharapkan mampu mengubah lanskap kripto nasional dari yang sebelumnya didominasi ritel menjadi lebih ramah bagi investor institusional. Dengan model yang dikembangkan oleh pelaku industri dalam negeri dan diawasi langsung oleh OJK, Indonesia kini memiliki kedaulatan infrastruktur digital yang siap bersaing di tingkat ASEAN maupun global.

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh lebih dari 350 tamu undangan dan didukung oleh berbagai mitra strategis dari sektor perbankan seperti Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank INA, serta raksasa teknologi seperti Google Cloud dan Oracle Cloud. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya