Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah melemah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela yang memicu kehati-hatian pelaku pasar global.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pada perdagangan sore ini, Senin (5/1), mata uang rupiah ditutup melemah 15 poin dilevel Rp16.740 per dolar Amerika Serikat (AS) dari penutupan sebelumnya di level Rp16.725.
"Sedangkan, untuk perdagangan besok, Selasa (6/1), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp16.740- Rp.16.770 per dolar AS," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (5/1).
Tekanan terhadap rupiah turut dipicu perkembangan geopolitik di Amerika Latin.
Pejabat AS mengonfirmasi Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah ditahan selama penggerebekan akhir pekan di Caracas dan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal yang telah lama ada.
Operasi tersebut menandai intervensi AS paling langsung di Venezuela dalam beberapa dekade dan memicu kecaman dari beberapa negara, sementara investor menilai implikasinya terhadap pasar energi dan stabilitas regional.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penangkapan Maduro adalah langkah menentukan terhadap apa yang ia gambarkan sebagai rezim kriminal, menambahkan bahwa AS akan memastikan transisi yang aman dan tertib di Venezuela.
Trump mengancam akan mengambil tindakan terhadap negara-negara lain yang bertentangan dengan kebijakan AS, termasuk Kolombia dan Iran. Ia juga mengulangi seruannya untuk pengambilalihan Greenland oleh AS.
Aksi militer, ditambah dengan komentar Trump, meningkatkan ketidakpastian atas geopolitik global. Para analis juga memperingatkan bahwa tindakan Washington dapat menjadi preseden bagi negara-negara adidaya global lainnya, khususnya Tiongkok dan Rusia.
Ibrahim menuturkan, dari faktor internal, pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh rilis data ekonomi domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar US$2,66 miliar. Dengan capaian tersebut, Indonesia telah membukukan surplus neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kendati demikian, para analis memperkirakan surplus dagang RI di 2026 terancam menyempit.
Kinerja perdagangan masih dibayangi pelemahan ekspor. BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai US$22,52 miliar atau turun 6,6% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan November 2024. Penurunan ekspor terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor nonmigas, khususnya pada komoditas bahan bakar mineral, lemak nabati, serta besi dan baja. Sementara itu, nilai impor pada November 2025 tercatat sebesar US$19,86 miliar atau menurun 0,46% secara tahunan (yoy). (Ins/I-1)
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi fluktuatif di kisaran Rp16.850-Rp16.950 pada 26 Maret 2026. Simak analisis dan harga emas terbaru.
Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.920 per dolar AS pada Rabu (25/3/2026). Simak analisis penyebab dan perbandingan kurs jual di BCA, BNI, dan BRI.
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved