Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Ekonomi Indonesia 2025 Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

 Gana Buana
01/1/2026 18:06
Ekonomi Indonesia 2025 Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Pemerintah melalu Kemenko Ekonomi menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid(Dok. Kemenko Ekonomi)

PEMERINTAH menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global. Stabilitas makroekonomi dinilai terjaga, sementara kualitas pertumbuhan ekonomi terus menguat.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan penguatan koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sepanjang tahun 2025.

“Sepanjang tahun 2025, Pemerintah secara konsisten menjaga stabilitas ekonomi nasional, salah satunya melalui penguatan koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga, sehingga perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid di tengah tantangan global,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, Selasa (31/12).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 terjaga di kisaran 5 persen. Pada kuartal III-2025, ekonomi nasional tumbuh 5,04% secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi skala ekonomi, produk domestik bruto (PDB) nominal Indonesia pada 2024 tercatat mencapai US$1.396,30 miliar, sedangkan PDB berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) mencapai US$4,10 triliun, menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar kedelapan dunia. PDB per kapita meningkat menjadi Rp78,62 juta atau setara US$4.960,33.

Stabilitas makroekonomi juga tercermin dari inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% dan tercatat sebesar 2,72% (yoy) pada November 2025. Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.644,26 pada penutupan perdagangan 29 Desember 2025. Nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp16.785 per dolar AS pada Desember 2025.

Dari sisi sektor riil, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$150,1 miliar pada November 2025. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada pada fase ekspansi dengan level 53,3. Optimisme konsumen juga terjaga, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang berada pada level 124,0 serta Indeks Penjualan Riil yang diperkirakan tumbuh 5,9% (yoy) pada November 2025.

Kinerja eksternal perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Neraca perdagangan mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, dengan nilai surplus mencapai USD35,88 miliar pada periode Januari-Oktober 2025. Sementara itu, realisasi investasi pada Januari-September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7% (yoy). Penyaluran kredit perbankan juga tumbuh 7,36% (yoy) pada Oktober 2025.

Dari sisi kualitas pertumbuhan, sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 70,59% pada Agustus 2025, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,85%. Tingkat kemiskinan nasional tercatat turun menjadi 8,47% pada Maret 2025, dengan kemiskinan ekstrem menurun menjadi 0,85%. Rasio gini juga membaik ke level 0,375.

Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai stimulus dan paket kebijakan ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan, antara lain bantuan pangan, tambahan Kartu Sembako, Bantuan Subsidi Upah, BLTS Kesra, diskon transportasi, dukungan bagi industri padat karya, insentif fiskal bagi pekerja dan UMKM, serta percepatan deregulasi dan penyederhanaan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Haryo menegaskan pemerintah akan terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

“Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan perekonomian nasional, memastikan sinergi lintas sektor berjalan efektif, serta menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berdaya saing,” kata Haryo. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya