Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Terbang! Harga Emas Antam Selasa 23 Desember 2025 Naik Rp59 Ribu

Andhika Prasetyo
23/12/2025 10:09
Terbang! Harga Emas Antam Selasa 23 Desember 2025 Naik Rp59 Ribu
Ilustrasi(Antara)

Harga emas Aneka kembali mencatat lonjakan signifikan, pada Selasa 23 Desember 2025. Harga emas Antam hari ini naik tajam sebesar Rp59.000, dari sebelumnya Rp2.502.000 per gram menjadi Rp2.561.000 per gram.

Emas Antam dijual dalam berbagai ukuran, mulai 0,5 gram hingga 1 kilogram. Dalam setiap pembelian emas batangan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, masyarakat dikenai PPh Pasal 22 yakni sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong PPh 22.

Berikut daftar harga emas hari ini:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.330.500
  • Emas 1 gram: Rp2.561.000
  • Emas 2 gram: Rp5.062.000
  • Emas 3 gram: Rp7.568.000
  • Emas 5 gram: Rp12.580.000
  • Emas 10 gram: Rp25.105.000
  • Emas 25 gram: Rp62.637.000
  • Emas 50 gram: Rp125.195.000
  • Emas 100 gram: Rp250.312.000
  • Emas 250 gram: Rp625.515.000
  • Emas 500 gram: Rp1.250.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.501.600.000

Sejalan dengan kenaikan harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam juga mengalami peningkatan dan kini berada di level Rp2.420.000 per gram. Dalam setiap transaksi jual emas, berlaku ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017 untuk seluruh jenis emas batangan

Penjualan kembali emas batangan kepada PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% untuk non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Mengapa Harga Emas Naik Drastis?

Kenaikan harga emas ini kuatnya permintaan dan sentimen pasar terhadap logam mulia sebagai instrumen lindung nilai, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian

Secara global, harga emas terdorong oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, termasuk kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia serta arah kebijakan moneter bank sentral utama. Ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh bank sentral, terutama The Federal Reserve Amerika Serikat, turut menekan imbal hasil obligasi dan nilai riil dolar AS, sehingga emas menjadi lebih menarik sebagai penyimpan nilai. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral dunia dalam jumlah besar juga memperkuat tren kenaikan harga emas internasional.

Dari sisi domestik, penguatan harga emas Antam juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah. Ketika rupiah melemah terhadap dolar AS, harga emas dalam denominasi rupiah cenderung naik lebih tinggi, mengingat emas diperdagangkan secara global menggunakan mata uang dolar. Kondisi ini membuat harga emas di dalam negeri meningkat lebih tajam dibandingkan pergerakan harga emas dunia.

Di tengah kondisi tersebut, minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi relatif aman juga meningkat. Emas dipandang mampu menjaga nilai kekayaan di tengah fluktuasi pasar keuangan, sehingga permintaan yang terus menguat turut menopang kenaikan harga. (Ant/E-3



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya