Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menaker: Indonesia Productivity Summit 2025 Perkuat Fondasi Tenaga Kerja

Andhika Prasetyo
13/12/2025 17:58
Menaker: Indonesia Productivity Summit 2025 Perkuat Fondasi Tenaga Kerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli(Antara)

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggelar Indonesia Productivity Summit 2025 pada 12 Desember 2025 di JIEXPO Convention Center and Theater. Forum nasional ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat produktivitas nasional sebagai pilar utama daya saing Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Mengusung tema Driving Innovation, Productivity, and Human Capital: Indonesia’s Path to Global Competitiveness 2045, summit ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta komunitas profesional. Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat menyatukan langkah dalam membangun ekosistem produktivitas yang berkelanjutan.

Indonesia Productivity Summit kini resmi ditetapkan sebagai agenda tahunan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Binalavotas. Penetapan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan produktivitas sebagai gerakan nasional yang terukur, inklusif, dan berkesinambungan. Dukungan penuh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memperkuat arah kebijakan tersebut.

Dalam arahannya, Yassierli menekankan bahwa produktivitas tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi kunci pembangunan sumber daya manusia, transformasi industri, serta peningkatan posisi Indonesia dalam persaingan global.

“Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh produktivitas. Kalau produktivitas naik, daya saing kita juga akan meningkat,” kata Yassierli dalam acara Indonesia Productivity Summit 2025 di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan data menunjukkan produktivitas tenaga kerja Indonesia masih berada di bawah rata-rata ASEAN, meskipun tren pertumbuhannya terus membaik dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan paparan Kementerian Ketenagakerjaan, produktivitas tenaga kerja Indonesia tercatat sekitar 26,6 ribu dolar Amerika Serikat (AS) per pekerja pada 2022, lebih rendah dibandingkan rata-rata ASEAN yang mencapai sekitar 30,2 ribu dolar AS per pekerja.

Sementara itu, kata Yassierli, data juga menunjukkan pertumbuhan produktivitas Indonesia dinilai relatif setara dengan Malaysia dan Thailand, namun masih tertinggal dibandingkan Tiongkok, Vietnam, dan India dalam periode yang sama. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi struktur tenaga kerja nasional yang masih didominasi pekerja berpendidikan maksimal SMA, yang mencapai sekitar 85%-86% dari total tenaga kerja.

Selain itu, ia menyoroti tingginya proporsi pekerja di sektor informal yang masih mencapai sekitar 60 persen, sehingga membatasi ruang peningkatan produktivitas secara agregat. Menurut Yassierli, pemerintah akan memperkuat pendekatan bottom-up melalui intervensi langsung di tingkat perusahaan sebagai pelengkap strategi top-down seperti industrialisasi dan hilirisasi.

“Pendekatan bottom-up ini penting karena perbaikan produktivitas di level perusahaan, jika dilakukan secara luas, akan berdampak signifikan terhadap produktivitas nasional,” ujar dia.

Melalui forum ini, pemerintah berharap lahir rekomendasi strategis, jejaring kolaborasi baru, serta komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan produktivitas nasional.

Kementerian Ketenagakerjaan mengajak seluruh mitra industri, akademisi, komunitas profesional, dan media untuk turut mendukung keberhasilan Indonesia Productivity Summit 2025 sebagai langkah nyata memperkuat Gerakan Produktivitas Nasional yang akan dilaksanakan secara berkelanjungan setiap tahun. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik