Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi tetap tersedia di tengah kondisi darurat akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Vice President Corporate Communication Muhammad Baron mengatakan Pertamina terus mengupayakan pasokan BBM di fasilitas penyaluran tetap aman. Hal itu didukung pengoperasian SPBU dan lembaga penyalur lainnya yang bertahap kembali aktif melayani masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu membeli secara berlebihan alias panic buying.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan harian, serta memastikan keselamatan selama beraktivitas di wilayah yang masih terdampak bencana,” ujar Baron dalam keterangannya, Sabtu (6/12).
Selain menjaga suplai bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat di seluruh SPBU, Pertamina juga memasok BBM untuk fasilitas kelistrikan dan sektor perbankan. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan layanan publik dan memastikan roda aktivitas masyarakat kembali berjalan.
Pasokan BBM yang disalurkan Pertamina diperlukan untuk memulihkan aliran kelistrikan di masa tanggap darurat yang masih menggunakan genset. Salah satunya di Aceh yang menjadi wilayah terdampak banjir dan longsor paling berat.
“Dengan suplai energi yang terjaga, fasilitas kelistrikan dapat mempercepat proses pemulihan listrik secara bertahap untuk menggerakkan sektor vital lainnya, sementara perbankan, khususnya Bank Syariah Indonesia (BSI) dapat mengaktifkan layanan transaksi dan ATM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” papar Baron.
Pasokan kebutuhan bensin dan solar dengan total 105 Kilo Liter untuk kelistrikan dikoordinasikan dengan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PLN, dan difokuskan di wilayah Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, Subulussalam.
“Pertamina mengutamakan pasokan energi untuk fasilitas publik dan layanan kritis. Penyaluran BBM kepada sektor kelistrikan maupun sektor perbankan diupayakan tetap aman, agar masyarakat mendapatkan kembali pelayanan publik,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan Nomor Telepon Khusus (0822-7692-9620) yang dapat dihubungi oleh Instansi/Lembaga untuk penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang membutuhkan dukungan energi. (E-3)
BANJIR dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir 2025 meninggalkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat setempat.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
Bahkan sempat direviu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan prosedur penunjukan sesuai pedoman pengadaan Pertamina.
Hukum seharusnya berfungsi sebagai tools of justice, alat untuk menegakkan keadilan, bukan berubah menjadi tools of politics demi memperoleh dukungan masyarakat.
WAKIL Menteri ESDM periode 2016-2019 Arcandra Tahar mengatakan, Indonesia tetap memerlukan impor kilang dan BBM pada 2018, karena produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kilang.
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved