Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pemerintah harus Jaga Harga Pangan di Wilayah Banjir

Andhika Prasetyo
01/12/2025 10:26
Pemerintah harus Jaga Harga Pangan di Wilayah Banjir
Ilustrasi(Antara)

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) sekaligus pegiat perlindungan konsumen, Tulus Abadi, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga bahan pangan, BBM, dan material bangunan di wilayah yang terdampak banjir Sumatra.

“Pengawasan ketat dan sanksi tegas harus diterapkan bagi pelaku yang memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan berlebihan,” ujar Tulus di Jakarta, Senin.

Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah mengakibatkan ratusan korban jiwa serta menghancurkan berbagai infrastruktur penting seperti transportasi, listrik, komunikasi, layanan kesehatan, hingga fasilitas publik. Kondisi ini membuat distribusi kebutuhan dasar tersendat dan memicu kenaikan harga komoditas. Tulus menyebutkan sejumlah wilayah mulai mengalami kekurangan bahan pangan, bahkan terdapat laporan harga telur ayam yang melonjak hingga Rp90.000 per kilogram.

“Karena itu, pemerintah pusat dan daerah harus mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mengatasi kondisi ini,” tegasnya.

Ia menilai percepatan rekonstruksi infrastruktur vital sangat diperlukan, termasuk pemulihan jaringan listrik melalui penyediaan gardu dan pembangkit darurat. Pertamina juga diminta menjaga suplai BBM dengan harga normal, sementara operator telekomunikasi perlu menyiapkan genset untuk mengaktifkan BTS demi kelancaran komunikasi selama masa darurat.

Menurut Tulus, pengawasan distribusi pangan dan BBM harus diperketat guna mencegah penimbunan, pungutan liar, ataupun penjualan dengan harga di atas ketentuan. Pengawasan serupa juga penting untuk bahan bangunan seperti semen, besi, baja, dan bata yang berpotensi naik akibat tingginya kebutuhan pascabencana.

Ia mendorong pemerintah membentuk posko pengaduan dan pusat informasi untuk memantau ketersediaan serta perkembangan harga barang kebutuhan pokok. Di sisi lain, masyarakat juga diminta tidak melakukan panic buying.

“Belanjalah sesuai kebutuhan dan bangun solidaritas antarwarga,” imbaunya.

Tulus turut mengingatkan agar donasi bagi korban banjir disalurkan melalui lembaga resmi dan kredibel, atau melalui individu yang benar-benar dipercaya, agar bantuan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya