Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMBILAN tahun berturut-turut, Indonesia gagal mencapai target bauran energi terbarukan. Target pada 2014 yang ditetapkan sebesar 23% pada 2025, baru tercapai sekitar 16% pada pertengahan 2025.
Hal itu berdasarkan laporan terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR) berjudul Indonesia Energy Transition Outlook (IETO) 2026, Rhetoric or Reality: Aligning Economic Growth with Energy Transition yang diluncurkan Kamis (20/11). Laporan yang terbit sejak 2018 ini memantau perkembangan transisi energi Indonesia dan kondisi pendukungnya.
Meski komitmen terhadap energi terbarukan tampak menguat dalam satu dekade terakhir, IESR menyebut dominasi energi fosil justru semakin besar dan memperdalam ketergantungan pasokan energi.
Di sisi lain, janji Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan energi fosil dalam 10-15 tahun dan mencapai 100% energi terbarukan masih menyisakan jurang implementasi yang lebar.
Jika masih berbasis fosil, IESR memproyeksikan target ekonomi 8% pada 2029 justru akan menaikkan emisi hingga 17% pada 2040. Hal itu membuat pencapaian net-zero emission 2060 akan lebih berat dan mahal.
IESR menilai Indonesia perlu membuktikan kredibilitasnya dengan keluar dari retorika dan memperbaiki kebijakan, memperkuat infrastruktur jaringan, serta menutup kesenjangan pembiayaan.
Sejumlah modal besar harus dimanfaatkan agar Indonesia menjadi kekuatan energi terbarukan di kawasan. Sebut saja perkembangan yang baik dari biaya energi terbarukan yang semakin murah; tumbuhnya industri pendukung seperti kendaraan listrik dan baterai; serta tersedianya data proyek energi terbarukan yang siap dibangun.
Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa menyatakan adanya paradoks Indonesia yang tidak mau melepaskan diri dari energi fosil. Padahal negara ini memiliki sumber daya energi terbarukan yang sangat besar.
Selain itu, keinginan untuk mempertahankan PLTU justru berlawanan dengan tren global yang mana PLTU mulai ditinggalkan oleh negara-negara maju. Selain itu, investasi energi bersih dunia pada 2024 bahkan meningkat hingga sepuluh kali lipat dibandingkan investasi fosil.
“Transisi energi Indonesia berjalan lambat yang disebabkan oleh tiga hambatan struktural, yaitu kerangka peraturan yang tidak koheren, kebijakan fiskal yang memberikan insentif penggunaan energi fosil, dan fragmentasi institusi dan prioritas,” Fabby dalam keterangan yang dikutip, Jumat (21/11).
Menurutnya, ketidakmampuan pemerintah mengatasi hambatan-hambatan membuat pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi terhambat, seiring memburuknya iklim investasi energi bersih.
Analis Sistem Ketenagalistrikan IESR Abraham Octama Halim menjelaskan, kebutuhan listrik Indonesia tumbuh sangat cepat, antara 3% hingga 10% setiap tahun. Pertumbuhan ini seharusnya diisi oleh energi terbarukan sehingga bauran energi terbarukan dapat naik cepat.
Di luar sistem Jawa-Bali, pembangkit energi terbarukan dapat mengganti PLTD dan PLTU yang akan memberikan dampak penurunan biaya produksi tenaga listrik. Simulasi 100% energi terbarukan yang dilakukan di Pulau Timor dan Sumbawa dengan dominan PLTS dan baterai, menunjukkan biaya pembangkitan dapat turun 3% hingga 21%.
“Alih-alih meningkat, bauran energi terbarukan di sistem on-grid justru turun dalam 5 tahun terakhir. Dari 13% di 2020, menjadi hanya 11,5% di 2024. Angka ini meleset dari target RUPTL 2021-2030 yang seharusnya 15%,” ungkap Abraham.
Di sisi lain, subsidi fosil mengalami peningkatan di tahun ini dan tahun depan. Akumulasinya pada periode 2022-2026 mencapai Rp1.023 triliun.
Untuk mendorong Indonesia bergerak lebih jauh menuju era energi terbarukan, IESR merekomendasikan enam langkah utama. Pertama, menyusun rencana pensiun energi fosil yang jelas dan terukur. Kedua, melakukan reformasi kelembagaan dan regulasi.
Ketiga, memperluas pemanfaatan PLTS, PLTB, dan baterai. Keempat, mendorong relokasi atau pembangunan industri di wilayah yang memiliki pasokan energi bersih (low-carbon powershoring).
Kelima, memperkuat pembiayaan energi terbarukan dan mengurangi subsidi fosil. Keenam, memastikan keterlibatan publik yang lebih bermakna. (Ifa/M-3)
Gubernur BI Perry Warjiyo proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI triwulan I 2026 tetap kuat di tengah tantangan global. Simak faktor pendorong dan analisisnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Pelajari cara menghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan rumus PDB riil. Panduan lengkap beserta indikator dan contoh penghitungan mudah.
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie usai acara menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Peneliti Universitas Osaka temukan cara efisien tangkap energi gelombang laut menggunakan giroskop. Teknologi ini diklaim mampu hasilkan listrik stabil di berbagai kondisi laut.
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Proyek Bioethanol Glenmore diharapkan dapat membawa manfaat menyeluruh berupa diversifikasi bisnis.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Sektor industri menyerap hampir 46% energi nasional. Pemanfaatan PLTS menjadi kunci efisiensi, dekarbonisasi, dan peningkatan daya saing kawasan industri menuju target Net Zero 2060.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved