Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ratusan Ribu Buruh bakal Gelar Aksi Besar Tuntut Kenaikan UMP

Naufal Zuhdi
18/11/2025 14:21
Ratusan Ribu Buruh bakal Gelar Aksi Besar Tuntut Kenaikan UMP
Ilustrasi(Antara)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa para buruh akan menggelar dua aksi besar dalam rangka menyikapi pengumuman kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang rencananya akan diumumkan pada 21 November mendatang.

“Aksi pertama tanggal 22 November 2025 ratusan ribu buruh di seluruh Indonesia, kota-kota industri turun ke jalan pada tanggal 22 November. Untuk di Jakarta akan dipusatkan aksinya pada tanggal 22 November adalah di Istana Negara dan atau DPR RI bisa jadi aksinya 2 hari berturut-turut 22 sampai 23 November, tapi untuk sementara ini belum diputuskan, untuk sementara baru 22 November diputuskan aksinya di Istana atau di DPR RI,” ucap Said acara konferensi pers yang digelar secara daring, Selasa (18/11).

Pada 22 November tersebut, Said menyatakan bahwa ada sebanyak 15 ribu buruh yang setidaknya turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi karena perhitungan kenaikan UMP dari pemerintah tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh para buruh.

Selain di Jakarta, Said menyampaikan bahwa titik-titik aksi bakal tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti di Bandung, Semarang, Serang, Surabaya, Batam, Banjarmasin, Samarinda, Aceh, Medan, Bengkulu, Pekanbaru, Makassar, Morowali, Manado, Kupang, Mataram atau Lombok, Ternate, Ambon, Mimika, Merauke, dan kota-kota industri lainnya.

“Tanggal 22 November, ratusan ribu buruh akan turun ke jalan, lumpuh itu kota-kota industri karena buruh akan turun ke jalan menolak pengumuman kenaikan upah minum tanggal 21 November,” sebut Said.

Adapun aksi kedua yang akan dilakukan adalah aksi mogok nasional yang telah ditetapkan pada pertengahan Desember.

“Pertengahan Desember sedang dicari harinya,” beber Said.

Ia juga menyatakan bahwa kedua aksi yang akan digelar tersebut akan berjalan dengan damai, tertib, dan mengikuti aturan.

“Aksi ini tidak akan merusak. Aksi ini tidak akan membuli, tidak akan menghujat siapapun pejabat. Ini adalah perlawanan kaum buruh terhadap kerakusan, ketamakan, keserakaha dari pada kaum pemilik modal hitam, kaum pengusaha hitam,” tegasnya.

Rencananya, aksi mogok nasional itu akan diramaikan oleh sebanyak 5 juta orang buruh selama dua hari dan tersebar di sebanyak 300 kabupaten/kota industri di seluruh Indonesia

“Berapa pabrik yang akan ikut? Lebih dari 5.000 pabrik. Jadi 5 juta buruh, lebih dari 5.000 pabrik, stop produksi,” tandasnya. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik