Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

OJK Kaji Peningkatan Free Float Bertahap hingga 25 Persen

Andhika Prasetyo
15/11/2025 12:06
OJK Kaji Peningkatan Free Float Bertahap hingga 25 Persen
Ilustrasi(Antara)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendalaman pasar modal nasional. Salah satu langkah yang tengah dikaji secara serius adalah peningkatan porsi saham beredar (free float) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Pendalaman pasar modal harus terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan free float. Ini menjadi kajian yang sangat serius dan semoga bisa diterapkan dalam waktu dekat,” ujar Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi.

Saat ini BEI menerapkan ketentuan minimal free float sebesar 7,5%. Namun OJK menilai angka tersebut perlu ditingkatkan secara bertahap seiring tantangan yang ada.

“Kita tidak bisa langsung ke 25% karena konsekuensinya banyak. Mungkin dalam waktu dekat bisa dinaikkan ke 10%. Setidaknya, untuk IPO yang akan datang kami upayakan free float minimal 10%. Setelah itu bertahap ke 15%, lalu mencapai 25%,” jelasnya.

Selain peningkatan free float, OJK juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan terhadap praktik perdagangan saham yang berpotensi menimbulkan distorsi harga atau manipulasi pasar. OJK bersama Kementerian Keuangan dan BEI telah membentuk sebuah task force yang tidak hanya bertugas melakukan pendalaman pasar, tetapi juga memperkuat aspek penegakan hukum.

Di sisi suplai, pemerintah mendorong lebih banyak perusahaan besar untuk go public serta memperluas instrumen keuangan berbasis ESG. Sementara dari sisi permintaan, upaya perluasan basis investor terus dilakukan, termasuk meningkatkan partisipasi investor domestik dan institusional.

“SID kita sekarang sudah mencapai 19,1 juta. Ini patut disyukuri karena dalam roadmap 2027 targetnya 20 juta. Dengan capaian saat ini, kami optimistis pada kuartal I 2026 jumlah investor sudah dapat menembus 20 juta,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa komposisi investor masih didominasi oleh investor ritel. Pemerintah berharap investor institusional dapat tumbuh lebih cepat agar struktur pasar modal semakin kuat dan stabil. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik