Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendalaman pasar modal nasional. Salah satu langkah yang tengah dikaji secara serius adalah peningkatan porsi saham beredar (free float) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Pendalaman pasar modal harus terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan free float. Ini menjadi kajian yang sangat serius dan semoga bisa diterapkan dalam waktu dekat,” ujar Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi.
Saat ini BEI menerapkan ketentuan minimal free float sebesar 7,5%. Namun OJK menilai angka tersebut perlu ditingkatkan secara bertahap seiring tantangan yang ada.
“Kita tidak bisa langsung ke 25% karena konsekuensinya banyak. Mungkin dalam waktu dekat bisa dinaikkan ke 10%. Setidaknya, untuk IPO yang akan datang kami upayakan free float minimal 10%. Setelah itu bertahap ke 15%, lalu mencapai 25%,” jelasnya.
Selain peningkatan free float, OJK juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan terhadap praktik perdagangan saham yang berpotensi menimbulkan distorsi harga atau manipulasi pasar. OJK bersama Kementerian Keuangan dan BEI telah membentuk sebuah task force yang tidak hanya bertugas melakukan pendalaman pasar, tetapi juga memperkuat aspek penegakan hukum.
Di sisi suplai, pemerintah mendorong lebih banyak perusahaan besar untuk go public serta memperluas instrumen keuangan berbasis ESG. Sementara dari sisi permintaan, upaya perluasan basis investor terus dilakukan, termasuk meningkatkan partisipasi investor domestik dan institusional.
“SID kita sekarang sudah mencapai 19,1 juta. Ini patut disyukuri karena dalam roadmap 2027 targetnya 20 juta. Dengan capaian saat ini, kami optimistis pada kuartal I 2026 jumlah investor sudah dapat menembus 20 juta,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa komposisi investor masih didominasi oleh investor ritel. Pemerintah berharap investor institusional dapat tumbuh lebih cepat agar struktur pasar modal semakin kuat dan stabil. (E-3)
OJK menemukan delapan pelanggaran serius dalam pemeriksaan terhadap penyelenggara pindar Dana Syariah Indonesia (DSI).
Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Membengkaknya utang pinjaman daring (pindar) atau pinjaman online (pinjol) hingga Rp94,85 triliun per November 2025, mencerminkan semakin terhimpitnya kondisi keuangan masyarakat.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Sebelum terjadi penyerangan Amerika Serikat kepada Venezuela, risiko geopolitik pun sudah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi pada proses pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
Pertumbuhan kredit pada November 2025 secara year-on-year mencapai 7,74%. Kualitas kredit juga terjaga dengan NPL gross 2,21%.
BEI mematok target masuk 10 besar bursa global dalam Masterplan 2026-2030. IHSG awal tahun tembus level 8.700 dengan target transaksi harian Rp15 triliun.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan terpilih mampu menindak tegas praktik manipulasi harga saham atau aksi goreng saham.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
PASAR modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan berbagai capaian signifikan, seiring optimisme menyongsong tahun 2026.
BEI mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) sebanyak 24 kali pada 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved